Kompas.com - 28/05/2020, 22:02 WIB

Sanderson menekankan, pengelola telah mempersiapkan penerapan trafik satu arah di dalam mal, mengurangi atau menghilangkan tempat duduk, penerapan jaga jarak fisik dan hukuman bagi yang melanggar.

"Mungkin ini akan merugikan pengalaman belanja para pengunjung, tetapi ini sangat penting dan harus diterapkan karena skenario terburuknya, kebangkitan pandemi mungkin saja terjadi," ungkap Sanderson.

Jika setelah pembukaan mal berjalan namun kurva Pandemi justru menanjak, dan Pemerintah kembali memberlakukan pembatasan, akan semakin memperburuk keadaan.

"Jika semua orang telah membuka kembali bisnisnya, dan kemudian pemerintah harus menerapkan lockdown lagi. Saya pikir itu buruk untuk semua orang, tidak hanya kebiasaan belanja dan nasib ritel, tetapi berdampak kepada jiwa masyarakat dan segalanya," tutup Sanderson.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber CBC


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.