Transportasi Higienis, Kebutuhan Penting Saat "New Normal"

Kompas.com - 28/05/2020, 20:55 WIB
Petugas Transjakarta melakukan pengecekan bus Zhongtong di Depo PPD F Klender, Jakarta Timur, Rabu (16/10/2019). PT Transportasi Jakarta kembali mengoperasikan bus merek Zhongtong Bus tersebut kini mengaspal di Jakarta melayani koridor 1 TransJakarta Blok M-Kota. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc. ANTARA FOTO/RENO ESNIRPetugas Transjakarta melakukan pengecekan bus Zhongtong di Depo PPD F Klender, Jakarta Timur, Rabu (16/10/2019). PT Transportasi Jakarta kembali mengoperasikan bus merek Zhongtong Bus tersebut kini mengaspal di Jakarta melayani koridor 1 TransJakarta Blok M-Kota. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 mengubah tatanan dan cara beraktivitas masyarakat. Selain itu, beragam kebiasaan juga diprediksi akan disesuaikan guna mencegah penularan virus semakin meluas.

Meski pandemi disebut belum berakhir, namun di Indonesia, banyak pihak mulai memperbincangkan protokol new normal atau tatanan kehidupan normal baru.

Bahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengeluarkan panduan mitigasi Covid-19 di tempat kerja.

Menurut Terawan, dalam situasi pandemi Covid-19 roda perekonomian harus tetap berjalan dengan mengedepankan langkah-langkah pencegahan.

Baca juga: Saat New Normal, Modifikasi Jam Kerja Dibutuhkan di Transportasi Umum

Dengan demikian, diharapkan panduan yang dikeluarkan dapat meminimalisasi risiko dan dampak pandemi di tempat kerja.

Akan tetapi, potensi penularan Covid-19 tak hanya terjadi di tempat kerja. Para pekerja bisa saja tertular selama perjalanan.

Lalu pertanyannya, bagaimana dengan transportasi publik harus dijalankan selama fase ini?

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengatakan, transportasi saat ini perlu menekankan pada aspek keamanan, kenyamanan, keselamatan, dan kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Goal-nya adalah transportasi higienis," tutur Djoko menjawab pertanyaan Kompas.com, Kamis (28/5/2020).

Untuk menuju ke tujuan itu, maka Kementerian Perhubungan perlu membuat regulasi pendukung bersama dengan para operator transportasi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X