Kompas.com - 28/05/2020, 20:55 WIB

Untuk hal ini, Pemerintah mengimbau para pekerja untuk memakai helm sendiri. Namun, masyarakat bisa memanfaatkan transportasi lain seperti bajaj.

"Itu roda tiga umpamanya, ada pembatasnya dan tidak tergantung aplikator juga. Di Srilanka itu ada pake meter segala," ucap dia.

Peneliti Laboratorium Transportasi Unika Soegijapranata ini mengatakan, Pemerintah dan operator transportasi bisa meniru cara operasionalisasi angkutan umum di Kota Shanghai.

Kasus Covid-19 di kota ini sekarang sudah mengalami penurunan. Hal itu membuat transportasi umum kembali dibuka dan membuat penggunanya meningkat.

Akan tetapi perusahaan transportasi kota tidak mau mengambil risiko. Djoko mengatakan, Shanghai Sunwin Bus Corporation (Sunwin) atau penyedia angkutan umum terkemuka di kota tersebut telah meluncurkan Healthcare Bus.

Armada ini secara khusus dirancang guna mengurangi risiko penularan Covid-19 yang berfokus pada penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligen (AI).

Baca juga: Saat Normal Baru, Subsidi Transportasi Umum Harusnya Tidak Dipangkas

"Saat penumpang masuk bus, sistem AI yang dipasang di sebelah mesin tiket akan melakukan pengecekan wajah penumpang dan mengecek suhu thermal badan menggunakan infrared," kata dia.

Sistem ini secara otomatis dapat mengidentifikasi penggunaan masker dan memberitahu kondisi setiap penumpang.

Proses pengecekan secara otomatis ini mengurangi adanya kontak fisik antara penumpang dengan petugas dan tidak menimbulkan antrean panjang pada jam-jam sibuk.

Bukan itu saja, di dalam bus terdapat pencahayaan ultra violet (UV) di dalam saluran udara yang berguna untuk mensterilkan dan membunuh virus.

Dengan demikian, virus-virus tersebut tidak dapat mereplikasi dan menghilangkan sumber infeksi.

Sistem penyaringan udara dalam setiap bus juga ditingkatkan yang memungkinkan seluruh ruangan di dalam bus disterilkan dalam 20 menit.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.