Jasa Marga Siapkan Skenario Layanan Operasional Idul Fitri 2020

Kompas.com - 12/05/2020, 17:33 WIB
Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tampak sepi setelah ditutup pada kedua arah, Sabtu (2/5/2020). Penutupan Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selama masa mudik Idul Fitri 1441 H. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOJalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tampak sepi setelah ditutup pada kedua arah, Sabtu (2/5/2020). Penutupan Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selama masa mudik Idul Fitri 1441 H.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah menyiapkan sejumlah skenario untuk memperlancar layanan operasional jalan tol jelang dan pasca Idul Fitri 2020.

Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pelat merah ini memprioritaskan pada empat layanan utama operasional di sepanjang 1.162 kilometer jalan tol yang dikelola. 

Baik itu di Regional Jasamarga Metropolitan Tollroad, Regional Jasamarga Trans Jawa Tollroad, maupun di Regional Jasamarga Nusantara Tollroad.

Keempatnya adalah layanan transaksi, layanan konstruksi, layanan lalu lintas, dan layanan tempat istirahat.

Baca juga: Tiga Ruas Tol Jasa Marga Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Operations and Maintenance Management Group Head Jasa Marga Fitri Wiyanti memastikan, skenario layanan operasional ini tetap mengikuti dan menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Surat Edaran (SE) Nomor 7/SE/M/2020. 

"Tujuannya untuk membatasi arus masuk dan keluar kendaraan di tiga regional pengelolaan jalan tol Jasa Marga, demi meminimalisasi penyebaran Covid-19," ujar Fitri dalam konferensi video, Selasa (12/5/2020).

Untuk layanan transaksi, Jasa Marga menyiapkan gardu operasional sesuai dengan kebutuhan di lapangan dengan batasan antrean maksimal 10 kendaraan.

Memastikan keberfungsian peralatan tol hingga 100 persen, menyiapkan personil tambahan untuk membantu tapping, dan mobile reader.

Sementara untuk layanan lalu lintas, Jasa Marga berkoordiansi dengan Kepolisian, dan Dinas Perhubungan, guna memastikan keamanan dan kelancaran.

Layanan lalu lintas ini dilakukan mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dan Ketentuan Pembasatan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X