Pandemi, Kota, dan Desa Masa Depan

Kompas.com - 04/05/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi Covid-19 KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Covid-19

Padahal negara ini dianggap memiliki kota-kota yang baik. Kegagapan koordinasi pusat dan daerah, menyebabkan korban sepertiga kasus dunia, dan kematian akibat pandemi di kota-kota Paman Sam ini mencapai 270.000 jiwa atau seperempat kematian di dunia.

Para wali kota dan gubernur di seluruh negara bagian AS, terperangkap dalam buruknya tarik ulur pemerintah federal dan daerah.

Kota-kota yang menerapkan lockdown pun banyak yang menghadapi krisis lain berupa potensi konflik horizontal yang semakin nyata.

Lain lagi dengan kota Hangzhou di China, yang secara integratif melaksanakan pengawasan proaktif, social distancing, protokol isolasi dan perlindungan warga. Ini dilakukan segera seketika mempelajari yang terjadi di Wuhan.

Kasus Indonesia dalam skala provinsi seperti Jawa Barat (Jabar), dengan 27 kota dan kabupaten, berpenduduk lebih dari 40 juta jiwa, sebanding dengan Spanyol, Argentina, dan Korea Selatan.

Sama seperti negara-negara tersebut, penanganan pandemi yang dipimpin Ridwan Kamil harus bisa berjibaku menerapkan PSBB se-provinsi yang berarti pengaturan aktivitas warga di ruang-ruang kota dan desa.

Pada saat yang bersamaan, Ridwan Kamil juga harus memberikan bantuan ekonomi kepada warga dalam keterbatasan anggaran.

Sayangnya, infrastruktur kesehatan masyarakat akar rumput seperti Puskesmas dan Posyandu tidak mampu diaktivasi dalam masa pandemi. 

Kita pun dibuat terperangah ketika kehidupan sosial dan bertetangga kita ternyata tidaklah seideal yang kita bayangkan dalam menghadapi pandemi.

Oleh karena itu, rencana-rencana kota dan panduan rancang kota harus mengadopsi strategi penanganan pandemi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X