Pandemi, Kota, dan Desa Masa Depan

Kompas.com - 04/05/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi Covid-19 KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Covid-19

Demikian halnya dengan rasio penduduk per ruang aktifitas yang luas, penutupan fasilitas sosial dan publik seperti taman dan lapangan olahraga, penyelenggaraan utilitas, dan trasportasi publik dengan low capacity.

Padahal, ciri kota adalah densitas, atau kepadatan penduduk ideal per hektar, yang memungkinkan masyarakat berinterkasi sehingga kota dapat bertumbuh dan berfungsi sebagai kutub pertumbuhan dan pusat kekuasaan de facto.

Di sisi lain, kota juga adalah kontributor utama dalam pandemi. Sifat terbukanya kota sebagai melting pot dan kompleksitas kota secara langsung berpengaruh pada peningkatan penyebaran melaui kontak warga.

Dengan 60 persen atau 156 juta penduduk Indonesia tinggal di perkotaan, jelas teknis menghentikan penyebaran melalui lockdown serta merta menjadi beban kota.

Kota dan Desa pada Masa Depan

Dengan dunia yang semakin menjadi perkotaan akibat urbanisasi, kita melihat sendiri pandemi ini otomatis memengaruhi hubungan kota-desa. Terutama dalam hal manajemen red zone.

Khusus kawasan pedesaan, selain dianggap sebagai "korban" penerima penyakit dari kota, juga tiba-tiba diharapkan bisa mandiri memberikan layanan kesehatan dan manajemen penanganan pandemi sejajar seperti kota-kota di bagian dunia mana pun.

Peran yang diharapkan ini merupakan tekanan besar bagi pemerintah kota kecil dan aparat pedesaan.

Isu-isu di masyarakat tentang pandemi seperti diskriminasi terhadap pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pantauan (ODP), realokasi anggaran di lapangan dan manajemen wilayah seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB), berisiko menciptakan ketidakpastian di masyarakat, bahkan potensial terjadinya gejolak sosial.

Panduan global penanganan pandemi yang dirilis organisasi kesehatan dunia (WHO) harus secara integratif dilakukan pemerintah nasional bersama daerah, dengan mengajak partisipasi masyarakat.

Pandemi Covid-19 memperlihatkan kepada kita bagaimana kota dan desa menghadapi krisis ini. Contoh terburuk terjadi di Amerika Serikat (AS).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X