Mempertanyakan "New Normal" (III)

Kompas.com - 03/05/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi belanja online shutterstockIlustrasi belanja online

Manusia adalah binatang malas, dan kemalasan kita sudah menjadi satu paket dari program kebertanahan kita. Kita memilih apa yang mudah untuk kita, oleh karena itu pula kita sulit untuk berubah.

Semua kebiasaan yang kita adopsi pada masa isolasi ini kita akuisisi bukan tanpa biaya dan pengorbanan. Namun risiko lebih besar yang harus kita tanggung-lah yang membuat biaya kebiasaan baru ini tidak sebesar biaya terkena Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itu ketika semua potential cost yang muncul dari ancaman Covid-19 hilang, maka kita butuh justifikasi pengganti untuk mendorong kita untuk terus menenggak pahit anyirnya jamu Jahe Kunyit Temulawak Pak Presiden.

Apa yang akan bertahan dan apa yang akan menjadi mantan?

Syarat pertama untuk apapun kebiasaan yang kita baru akuisisi pada masa isolasi adalah relevansinya pada periode setelah isolasi.

Relevansi amat sangat bergantung pada konteks, dan ketika konteksnya berubah maka relevansi pun bisa hilang.

Misalnya apakah kita akan terus bekerja dari rumah dan melakukan meeting virtual? Bagi sebagian orang mungkin saja, tapi bagi sebagian besar orang ketika kantor mulai dibuka maka virtual meeting bisa jadi tidak relevan.

Syarat kedua untuk melanjutkan kebiasaan kita saat ini adalah apakah produk dan layanan kita masuk ke dalam habitual product/service atau sudah berhasil membentuk kebiasaan?

Syarat selanjutnya adalah apakah kita menjaga saliency dari brand presence kita selama periode isolasi ini?

Harus diingat bahwa periode ini adalah somatic marker, atau periode yang akan meninggalkan kenangan dan memori yang begitu kuat pada benak semua orang yang berhasil melaluinya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.