Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cemas Selama Pandemi Covid-19? Dekor Ulang Rumah dengan Cara Ini

Kompas.com, 30 April 2020, 16:30 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada ekonomi dan kesehatan fisik masyarakat, namun juga mental mereka yang saat ini harus menjaga jarak dan melakukan seluruh aktivitas di rumah.

Pandemi ini juga kemungkinan telah membawa banyak perubahan pada cara Anda menjalani hidup. Banyak orang merasa tertekan dengan rutinitas harian, tekanan keuangan, hingga kesepian.

Baca juga: Tips Mengubah Tampilan Interior Rumah dengan Biaya Murah

Anda mungkin khawatir sakit, berapa lama pandemi akan berlangsung dan apa yang akan terjadi pada masa depan.

Bahkan, banyaknya informasi dan rumor yang keliru dapat membuat hidup Anda terasa di luar kendali.

Seperti diketahui, lingkungan fisik memainkan peran utama dalam suasana hati.

Untuk itu, Anda bisa mengurangi kecemasan dan ketakutan selama wabah dengan mendekor ulang rumah.

Berikut beberapa tips dekorasi untuk menghindarkan Anda dari rasa cemas selama isolasi diri:

1. Organisasi barang

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa lebih sulit untuk bersantai ketika ruang tamu berantakan? Atau Anda tidak bisa tertidur ketika ada tumpukan cucian di bawah tempat tidur?

Atau apakah Anda merasa lebih produktif ketika ruangan lebih bersih? Jika iya jaga ruangan rumah Anda tetap rapi dan teratur.

Dilansir dari laman Better Homes and Garden, ruangan yang tidak rapi dan cenderung berantakan berkontribusi terhadap stres dan kecemasan berlebih.

Ternyata, ada alasan psikologis untuk itu. Katie Krimer, seorang terapis yang berbasis di New York, mengatakan ruang yang berantakan berkontribusi pada pikiran yang berantakan.

"Sangat luar biasa untuk melihat bagaimana kecemasan atau stres seseorang dapat tercermin dalam keadaan mereka, orang menyimpan barang-barang yang tidak perlu, menumpuk pakaian di kursi atau lantai alih-alih menyimpannya, dan menyimpan barang-barang berserakan di atas meja, di rak, atau di lemari," kata Krimer seperti dikutip dari Apartment Therapy.

Menurutnya, ruangan yang berantakan dapat memperburuk pikiran yang sedang gelisah.

Letakkan barang pada tempatnya dan pastikan Anda memiliki tempat penyimpanan untuk seluruh benda yang dimiliki.

Jenny Matthews, seorang terapis di Minnesota, merekomendasikan dua cara untuk mengorganisasi barang di tempat tinggal Anda.

Pertama, ambil barang yang setiap hari Anda perlukan dan simpan dalam tempat yang mudah dijangkau. Kedua, bersihkan barang-barang yang tidak Anda butuhkan.

2. Ruangan terbuka

Ruang yang lebih lega membuat Anda bisa bernapas di rumah. Jika Anda merasa ruangan di rumah terlalu sempit dan tidak terbuka, pertimbangkan untuk melepas dinding internal atau memindahkan perabot yang menghalangi luas ruangan.

Atau jika tidak memungkinkan, Anda bisa menukar furnitur besar, gelap, dan tebal dengan perabot yang lebih terang dan ramping.

Selain itu, biarkan pintu terbuka jika sedang tidak digunkan untuk menciptakan ilusi dan kesan ruangan yang lebih terbuka.

Ilustrasi interior kedai kopiwww.shutterstock.com Ilustrasi interior kedai kopi
3. Buka jendela

Paparan sinar matahari alami dapat meningkatkan suasana hati. Tarik kerai di pagi hari dan biarkan udara masuk ke dalam rumah Anda.

Penelitian dari University of Pittsburgh menemukan, pasien yang berada di ruangan rumah sakit yang terpapar cahaya alami dapat mengurangi sakit dan stres.

Namun jika tempat tinggal Anda tidak memiliki akses ke sinar matahari langsung, gunakan lampu dengan daya yang lebih tinggi untuk mencerahkan ruangan yang suram.

Anda juga bisa menggabungkan beberapa lampu untuk menciptakan suasana hangat, seperti lampu lantai dan lampu meja.

4. Kurangi penggunaan cermin

Cermin menjadi salah satu peralatan yang wajib ada di dalam rumah. Bahkan beberapa orang menempatkan cermin besar di beberapa ruangan sekaligus.

Cermin juga bisa digunakan untuk memantulkan cahaya sehingga ruangan mendapatkan pasiokan sinar matahari.

Namun ternyata, para peneliti di Institute of Psychiatry di London menemukan, melihat ke cermin dapat membuat orang meraasa stres tentang penampilan mereka.

5. Warna lembut

Meskipun dinding aksen berwarna cerah mungkin sedang tren, bagaimana pengaruhnya terhadap suasana hati sehari-hari Anda?

Jika saat ini prioritas Anda adalah ketenangan dalam rumah selama isolasi, maka pilih skema warna dan perabotan yang nyaman dan bukan yang sedang tren.

Untuk itu, Anda bisa menanyakan kepada diri sendiri, warna apa yang membantu Anda merasa santai dan nyaman?

Tekstur apa yang membantu Anda merasa rileks dan nyaman? Lalu apa yang menginspirasi dan menghibur Anda selama isolasi?

Jika Anda masih merasa bingung, hiasi ruangan dengan warna-warna lembut yang memiliki efek menenangkan.

Anda bisa mengganti warna dinding sekarang dengan warna biru, lilac, atau merah muda.

Menurut laman House Beautiful, warna biru terbukti mengurangi tekanan darah dan membuat Anda rileks. Warna ini disebut cocok untuk kamar tidur.

6. Biarkan rak buku setengah kosong

Jika Anda memiliki rak buku yang penuh dengan benda dan buku, sebaiknya biarkan perabot setengah kosong.

Menurut Society for Personality and Social Psychology, mengisi rumah Anda dengan buku dan pernak-pernik mencipttakan lingkungan yang berantakan.

Hal ini pun mengarah pada peningkatan level kortisol atau hormon stres.

7. Batasi penggunaan pola pada dekorasi

Upaya lain untuk mengurangi kecemasan selama di rumah adalah dengan mengeliminasi pola pada dekorasi rumah.

Pola yang ramai cenderung bisa menyebabkan terlkepasnya hormon kortisol secara berlebihan.

8. Bunga

Penelitian menunjukkan, bunga segar dapat memicu emosi positif dan meningkatkan rasa kesejahteraan Anda.

Bunga segar memberikan keindahan estetika alami yang menenangkan dan dikenal menurunkan tingkat stres dan kecemasan.

Pilih bunga segar dari kebun dan masukkan dalam vas untuk menjaganya tetap segar.

9. Dekorasi sederhana

Jika mendesain ulang seluruh ruang dapat menghabiskan simpanan Anda atau malah membahayakan kesehatan mental.

Cobalah fokus pada perubahan-perubahan kecil, seperti membawa benda favorit ke dalam ruangan pribadi Anda.

Anda bisa membawa lilin, dupa, air mancur dalam ruangan, cahaya lembut, warna yang menenangkan atau cerah, musik yang membuat rileks atau membuat Anda merasa lebih baik.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau