Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bertahan Saat Pandemi, Adhi Commuter Properti Manfaatkan Teknologi 360

Kompas.com, 20 April 2020, 22:06 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Begitulah kondisi sektor peroperti saat ini.

Setelah melambat sejak tiga tahun terakhir, pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) seolah makin menyempurnakan keterpurukan sektor ini.

Padahal, sinyal kebangkitan mulai terlihat sejak akhir 2019 lalu, apartemen, perumahan, dan perkantoran menunjukkan transaksi. Meskipun tidak sesignifikan yang diharapkan.

Di sisi lain, para pelaku usaha properti dituntut untuk mendukung langkah Pemerintah mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 melalui kebijakan physical distancing dan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Hal ini sangat berdampak, terlebih sektor properti mengharuskan kunjungan untuk melihat show unit maupun ke proyek langsung.

Baca juga: Menghitung Efisiensi Biaya dan Waktu Tinggal di TOD LRT City

Namun, dengan perkembangan teknologi ada beberapa hal yang bisa disiasati misalnya menawarkan konsumen untuk melakukan pencarian, melihat show unit, dan progres proyek melalui teknologi 360 derajat.

Pengembang juga bisa memaparkan secara lengkap terkait proyeknya dengan menggunakan berbagai saluran media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan sebagainya.

Menurut pengamat properti dan CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, situasi pasar properti yang terpukul akibat Covid-19 bukannya meniadakan konsumen properti.

Pasar tetap ada dan besar, hanya saja prioritasnya saat ini lebih kepada keselamatan dan kesehatan.

Situasi ini membuat disrupsi teknologi semakin cepat dan mau tidak mau harus segera dilakukan.

"Hanya pengembang yang siap dengan konsep digital marketing yang akan menuai hasil dengan tidak menyetop promosi secara daring," kata Ali dalam keterangan kepada Kompas.com, Senin (20/4/2020).

Ali menambahkan, pengembang juga harus melakukan konsolidasi dan memangkas pos-pos dana yang bisa dihemat.

Kendala cashflow yang berat karena penurunan penjualan harus diatur sedemikian rupa dengan strategi tepat.

Salah satu yang bisa dilakukan saat ini antara lain dengan membuat konsep nabung properti, booking dengan mulai mencicil periode tertentu, dan sebagainya.

LRT City

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau