Covid-19 Membuat Tarif Sewa Perkantoran CBD Jakarta Tertekan

Kompas.com - 14/04/2020, 09:49 WIB
Ilustrasi gedung perkantoran SHUTTERSTOCKIlustrasi gedung perkantoran


JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah Covid-19 yang melanda Indonesia membuat tarif sewa ruang perkantoran di Jakarta tertekan.

Menurut riset yang dipublikasikan Colliers International Indonesia, rerata tarif sewa perkantoran di area Central Business District (CBD) pada kuartal I-2020 adalah Rp 270.859 per meter persegi atau turun sebesar 7 persen secara tahunan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Senior Associate Director Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, kondisi ini terjadi pada tarif sewa rata-rata di bangunan Grade A atau premium yang mengalami penurunan 9,4 persen menjadi Rp 297.634 per meter persegi.

Baca juga: Menanti Badai Corona Berlalu, Perkantoran Jakarta Bakal Kembali Normal

"Pengembang dan penyewa harus mencari solusi bersama terutama dalam menentukan penurunan tarif sewa yang fair buat semua," ucap Ferry dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Selain itu, rerata tarif sewa ruang perkantoran di area ini pada akhir 2020 diprediksi menurun 3,5 persen dibandingkan tahun 2019.

Meski begitu, permintaan tarif sewa perkantoran di luar CBD naik tipis pada kuartal I-2020 menjadi Rp 196.407 per meter persegi.

Di wilayah ini, rerata tarif sewa perkantoran di area TB Simatupang relatif stabil di angka Rp 216.872 per meter persegi selama tiga kuartal terakhir.

Hal ini membuat perkantoran di wilayah tersebut menjadi wilayah yang paling mapan untuk pengembangan kantor.

Selain tarif sewa, Colliers juga mencatat harga jual perkantoran. Berdasarkan ruang yang masih tersedia, harga perkantoran di pasar sekunder di area CBD saat ini berkisar antara Rp 40 juta hingga Rp 75 juta per meter persegi dengan harga rata-rata sebesar Rp 53,2 juta per meter persegi.

Sementara harga jual bangunan strata title di luar CBD saat ini tercatat di angka Rp 30 juta sampai Rp 40 juta per meter persegi. Adapun rerata harga jual lokasi tersebut sekitar Rp 36,4 juta per meter persegi.

Tingkat hunian

Dalam kondisi seperti saat ini, Colliers mencatat tingkat hunian di area CBD tetap stabil yakni di angka 83 persen pada kuartal I-2020. Colliers memperkirakan, kondisi ini masih tetap bertahan dalam jangka pendek.

Sedangkan okupansi di perkantoran di luar area CBD tercatat sebesar 84,2 persen. Dengan situasi tersebut, membuat penyewa memiliki peluang untuk pindah ke area kantor di CBD.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.