[POPULER PROPERTI] Bisnis Penyewaan Rumah Karantina Covid-19

Kompas.com - 09/04/2020, 11:00 WIB
Destination Isolation D.AlexanderDestination Isolation

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada berbagai cara perusahaan untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini.

Seperti diketahui, industri perhotelan dan penginapan saat ini terhantam akibat adanya pembatasan aktivitas dan penerbangan baik internasional maupun domestik.

Untuk itu, sebuah perusahaan di Amerika Serikat (AS) mengubah properti sewaannya menjadi hunian khusus selama wabah Covid-19.

Perusahaan ini menawarkan hunian indah di mana keluarga bisa menghabiskan waktunya selama isolasi dengan promo bertajuk Destination Isolation.

Para penyewa dapat melakukan kegiatan yang dianjurkan selama karantina, seperti bekerja, belajar secara daring, hingga isolasi diri.

Selengkapnya dapat Anda baca pada tautan berikut:

Baca juga: Bisnis Baru, Penyewaan Rumah Karantina Covid-19

Berita terpopuler kedua di kanal Properti Kompas.com adalah skenario terkait pelaksanaan mudik Lebaran 2020.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengakui hingga saat ini belum belum ada keputusan soal skenario mudik.

Namun Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahardian memastikan pihaknya akan mengikuti arahan serta melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Kejar Target 2 Minggu, Kementerian PUPR Susun Skenario Mudik Lebaran

Artikel selanjutnya merupakan opini dari Peneliti Laboratorium Transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno.

Dia menyoroti kelakukan sejumlah oknum pemilik barang dan oknum pengusaha angkutan barang yang memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 untuk mengangkut barang melebih batas yang ditetapkan (over loading).

Hal ini dapat menyebabkan terjadi kerusakan jalan lebih parah, dan rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas. 

Hal itu sudah terbukti dengan  terjadinya kecelakaan di Jalur Tegal-Purwokerto tepatnya Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Selasa (31/3/2020).

Kejadian tersebut merenggut nyawa tiga orang, sedangkan empat orang lainnya luka-luka. Tak hanya itu, truk bermuatan kertas juga menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Pasar Kartasura, Kamis (2/4/2020).

Menurut Djoko ada beberapa hal yang perlu dibenahi serta menjadi perhatian Pemerintah dan pihak terkait, apa saja?

Baca juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, Kendaraan ODOL Harus Ditindak Tegas



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X