Penulis
Kemudian Rehabilitasi irigasi kecil Rp 225 juta untuk pendamping 50 hektar-100 hektar dengan biaya 30 juta.
Berikutnya pembelian resin produksi Perhutani untuk campuran cat marka jalan dan pekerjaan pengecatan marka jalan Rp 25 miliar. Pembelian karet dari petani sebagai campuran aspal karet Rp 100 miliar.
Selanjutnya subsidi perumahan untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), dan Subsidi Selisih Bunga (SSB) bagi kepemilikan rumah Msyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) senilai Rp 1,5 triliun untuk 175.000 unit rumah.
"Ini sudah berjalan sejak 1 April 2020 dan mulai digelontorkan di tiga Bank BUMN yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI," jelas Basuki.
Terakhir padat karya berbasis masyarakat termasuk pemeliharaan rutin jalan dan jembatan, kawasan kumuh perkotaan, sanitasi masyarakat, pembangunan akses air bersih baik komunal dan individual, dengan total anggaran Rp 10 triliun.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.