Instran Galang Bantuan untuk Sopir Angkot Terdampak Covid-19

Kompas.com - 02/04/2020, 13:11 WIB
Sejumlah sopir angkot mogor beroperasi menuntut dihentikannya trayek transjakarta jurusan Pulogadung-Pondok Gede. Angkot yang mogok beroperasi diparkir memenuhi satu lahur jalan, di Jalan Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu, Jakarta Timur Senin (3/12/2018) KOMPAS.com/Ryana AryaditaSejumlah sopir angkot mogor beroperasi menuntut dihentikannya trayek transjakarta jurusan Pulogadung-Pondok Gede. Angkot yang mogok beroperasi diparkir memenuhi satu lahur jalan, di Jalan Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu, Jakarta Timur Senin (3/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menghadapi tingginya persebaran virus Corona (Covid-19), Pemerintah telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat melakukan kegiatan di rumah atau work from home (WFH).

Namun, tidak semua bisa menerapkan kebijakan WFH, terutama pekerja di sektor informal. Salah satunya adalah pekerja angkutan umum dengan cakupan operasional dalam kota dan luar kota.

Mereka praktis tidak memperoleh pendapatan karena tidak beroperasi. Mereka yang masih beroperasi pun kesulitan mendapatkan penumpang, sehingga beban operasional lebih tinggi dari pendapatan.

Dari data Instrans, LSM khusus transportasi, para pekerja angkutan umum ini tidak memiliki tabungan sebagai cadangan. Bahkan, sebagian besar dari mereka masih menyewa tempat tinggal.

Baca juga: Soal Penutupan Tol Jadebotabek, Kewenangan Ada di Tangan Basuki

Dengan demikian, para pekerja angkutan umum ini merupakan kelompok yang secara otomatis dapat memperoleh bantuan langsung tunai (BLT).

"Namun sayangnya, dalam kenyataannya tidak semua mendapatkannya. Merekalah yang perlu mendapat bantuan," kata Direktur Eksekutif Instran Deddy Herlambang kepada Kompas.com, Kamis (2/4/2020).

Instran Gelar Solidaritas ekonomi untuk Sopir angkot mulai 1-30 April 2020.Instran Instran Gelar Solidaritas ekonomi untuk Sopir angkot mulai 1-30 April 2020.
Untuk itu, sebagai LSM transportasi, Instran mengajak masyarakat untuk turut memberikan bantuan kepada para pekerja angkutan umum, terutama pengemudi, yang terdampak ekonomi di tengah upaya menekan penyebaran virus corona.

"Penggalangan bantuan ini akan berlangsung hingga 30 April mendatang," cetus Deddy.

Bantuan bisa berupa sembako atau uang dan akan didistribusikan kepada kelompok sasaran pengemudi angkutan umum bus kecil.

Menurut Deddy, mereka pantas mendapatkan bantuan karena memiliki hubungan industrial paling lemah dengan pemilik kendaraan, sehingga mengalami kesulitas memenuhi kebutuhan hidup.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X