UPDATE: Fasilitas Isolasi Pulau Galang Tembus 80 Persen

Kompas.com - 23/03/2020, 12:30 WIB
Pembangunan fasilitas observasi dan isolasi corona di Pulau Galang ditargetkan rampung pada 28 Maret 2020. Progres konstruksinya saat ini mencapai 32 persen Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRPembangunan fasilitas observasi dan isolasi corona di Pulau Galang ditargetkan rampung pada 28 Maret 2020. Progres konstruksinya saat ini mencapai 32 persen

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, progres konstruksi fasilitas isolasi penampungan pasien virus Corona di Pulau Galang, Batam mencapai 80 persen.

"Jadi di Pulau Galang, kami merehabilitasi RS Vietnam (eks penampungan) dahulu, sekarang sudah sampai 80 persen," ujar Basuki saat melakukan konferensi pers di Wisma Atlet Kemayoran, Minggu (22/3/2020).

Basuki memastikan, fasilitas isolasi penampungan pasien terinfeksi penyakit menular di Pulau Galang siap beroperasi pada 28 Maret mendatang.

Adapun fasilitas isolasi dan observasi di Pulau Galang, Batam mencakup dua bangunan dalam dua lantai yang terdiri dari ruang observasi sebanyak 230 kamar dengan daya tampung 8 hingga 10 orang pe kamar, dan ruang isolasi.

Baca juga: Jokowi: Sore Ini, RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Bisa Digunakan

Ruang isolasi ini dibagi dua menjadi isolasi intensive care unit (ICU) sejumlah 20 kamar, dan non-ICU sebanyak 30 kamar. Kapasitas ruang isolasi ini per kamar hanya diisi satu pasien.

Selain itu, untuk pemenuhan kebutuhan air baku akan diambil dari Waduk Rempang dengan pasokan 5 liter per detik, yang ditambah dengan Embung Eksisting Kamp Vietnam berkapasitas 230 meter kubik per detik.

Saat ini, pemenuhan kebutuhan air dari Waduk Rempang sudah dipasang pipa transmisi yang konstruksinya sudah mencapai 100 persen.

Sedangkan untuk kebutuhan energi didukung oleh PLN Cabang Pulau Galang yang dalam dua hari ditargetkan selesai pemasangan instalasi jaringan.

Kemudian, untuk pengendalian sampah padat dan cair akan dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Insinerator.

Untuk dua fasilitas ini, Kementerian PUPR akan bekerja sama dengan Kementeriaan Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Dalam merealisasikan pembangunan fasilitas observasi dan isolasi pengendalian penyakit menular dan rehabilitasi bangunan pendukungnya, Kementerian PUPR menunjuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai pelaksana konstruksi dengan anggaran mencapai Rp 400 miliar.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X