Hutama Karya Pastikan Pembangunan Tol Trans Sumatera Jalan Terus

Kompas.com - 18/03/2020, 13:31 WIB
Kondisi Tol Pekanbaru-Dumai Kamis (20/2/2020). Tol sepanjang 131 kilometer ini ditargetkan operasional pada April 2020. Hilda B Alexander/Kompas.comKondisi Tol Pekanbaru-Dumai Kamis (20/2/2020). Tol sepanjang 131 kilometer ini ditargetkan operasional pada April 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Hutama Karya (Persero) memastikan pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Jalan Total Trans Sumatera (JTTS) terus berlanjut.

Ada beberapa ruas yang menjadi prioritas untuk penyelesaian tahun 2020 ini yakni, ruas Tol Pekanbaru-Dumai dan Sigli-Banda Aceh seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang.

Konstruksi ruas Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer ini sudah mencapai rata-rata 97 persen.

Kemudian, ruas Tol Sigli-Banda Aceh seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang yang dibangun sepanjang 13,5 kilometer menunjukkan progres rata-rata 99 persen.

Kendati demikian, SEVP of Corporate Secretary Hutama Karya Muhammad Fauzan menjamin seluruh karyawan yang sedang menggarap pembangunan JTTS mematuhi instruksi perusahaan yang berlaku hari ini, Rabu (18/3/2020), pencegahan Covid-19.

Baca juga: Cegah Corona, Hutama Karya Tak Terima Kunjungan Tamu

Pencegahan dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, yakni berupa tanggap darurat terkait penyebaran Covid-19.

"Manajemen telah menerapkan contingency plan yang diberlakukan bagi seluruh karyawan Hutama Karya, baik di Kantor Pusat maupun di seluruh proyek pembangunan JTTS dan proyek lainnya,” tutur Fauzan dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (18/3/2020).

Contingency plan tersebut berisikan sejumlah peraturan yang harus ditaati oleh karyawan Hutama Karya sesuai dengan Kebijakan Direksi tentang pelaksanaan kerja/dinas kantor.

Adapun isi contingency plan tersebut antara lain, sistem WFH bagi karyawan yang menggunakan transportasi publik atau berusia lebih dari 50 tahun.

Kemudian, karyawan dalam kondisi hamil atau menyusui, serta status pemulihan kesehatan khusus bagi karyawan yang rentan terhadap penurunan imunitas.

“Manajemen telah menginstruksikan kepada Project Manager untuk melakukan pembagian kerja di proyek/ruas/cabang tol dengan pembagian shift, membatasi waktu kerja, dan menghindari pekerjaan lembur,” ungkap Fauzan.

Selain itu, aksi cepat tanggap pun akan dilakukan oleh masing-masing proyek jika terdapat pekerja yang terinfeksi positif virus Corona.

Pekerja harus berkoordinasi dengan tim krisis divisi yang dipantau langsung oleh manajemen Hutama Karya di kantor pusat.

Tak hanya itu, perusahaan juga telah menyusun berbagai skenario terkait respon jika terjadi penyebaran Covid-19 di lokasi proyek dengan memastikan adanya alternatif subkon jika subkon yang ada saat ini tidak dapat menjalankan bisnisnya akibat  virus Corona.

Fauzan menegaskan, kebijakan ini dipastikan tidak menghambat proses pembangunan proyek JTTS.

Proses Rekrutmen Management Trainee Tetap Berjalan

Fauzan mengatakan, proses rekrutmen calon karyawan Management Trainee yang saat ini sedang berjalan takkan terganggu dengan kebijakan tersebut.

“Untuk pengumuman seleksi administrasi akan keluar dalam minggu ini. Setelah itu, akan ada ujian pertama secara online, itu masih on schedule ya,” imbuh Fauzan.

Untuk proses lanjutan setelah tahap tes online, perusahaan masih melihat situasi, kondisi, dan kebijakan pemerintah apakah perlu ditunda atau tidak.

“Namun target kami, proses rekrutmen ini tetap bisa selesai di pertengahan tahun ini,” imbuhnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X