Kompas.com - 09/03/2020, 11:15 WIB
Bendungan Lau Simeme Dok. Biro Komunikasi Publlik Kementerian PUPRBendungan Lau Simeme


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Lau Simeme di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Konstruksi bendungan yang merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) ini mulai dikerjakan pada tahun 2017.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga 29 Februari 2020, progres konstruksinya mencapai 11 persen akibat proses pengadaan tanah yang tersendat.

Namun dalam waktu dekat akan banyak jumlah bidang tanah yang dapat dibebaskan.
Bendungan Lau Simeme dibangun secara bertahap dalam dua paket dengan biaya sebesar Rp 1,3 triliun melalui skema kontrak tahun jamak 2017-2022.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran bendungan memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, hingga pariwisata. Dengan demikian, bendungan ini dapat menumbuhkan ekonomi lokal.

"Pembangunan bendungan akan diikuti dengan ketersediaan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat segera dimanfaatkan karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani," ujar Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (8/3/2020).

Baca juga: Begini Progres Konstruksi Bendungan Pengendali Banjir Jakarta

Konstruksi bendunganini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung sektoor pertanian dan pemenuhan kebutuhan air baku di Sumatera Utara.

Tak hanya itu, pembangunan bendungan berkapasitas 28 juta meter kubik tersebut juga berpotensi memberikan manfaat untuk penyediaan air baku kepada PDAM Tirtanadi sebesar 3.000 liter per detik.

Kemudian sumber irigasi lahan pertanian wilayah Bandar Sidoras seluas 3.082 hektar dan daerah irigasi Lantasan 185 hektar.

Selain itu, bendungan ini juga diharapkan mampu menhendalikan aliran air hulu Sungai Percut dan Sungai Deli untuk mengurangi risiko banjir sebagian wilayah Kota Medan dan Deli Serdang sebesar 68,17 meter kubik per detik.

Adapun manfaat lainnya adalah sebagai sumber pembangkit listrik (PLTA minihidro) sebesar 2,80 megawatt, serta mendukung sektor pariwisata di Provinsi Sumut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.