Begini Progres Konstruksi Bendungan Pengendali Banjir Jakarta

Kompas.com - 26/02/2020, 21:54 WIB
Foto udara proyek pembangunan Bendungan Ciawi di Bogor, Jawa Barat, Senin (20/1/2020). Bendungan Ciawi yang proses pengerjaannya telah mencapai 45 persen itu dibangun untuk mengendalikan aliran air dari hulu Sungai Ciliwung saat terjadi peningkatan debit air sehingga dapat mengurangi risiko banjir di Jakarta. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK AFoto udara proyek pembangunan Bendungan Ciawi di Bogor, Jawa Barat, Senin (20/1/2020). Bendungan Ciawi yang proses pengerjaannya telah mencapai 45 persen itu dibangun untuk mengendalikan aliran air dari hulu Sungai Ciliwung saat terjadi peningkatan debit air sehingga dapat mengurangi risiko banjir di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Bendungan Ciawi di Kabupaten Bogor ditargetkan rampung pada Desember 2020.

Hingga saat ini, Basuki mengaku, progres konstruksi fisiknya mencapai 46 persen. Sedangkan pengadaan lahannya sekitar 95 persen.

Infrastruktur iiniadalah bendungan kering di mana fungsinya tidak menampung air namun untuk mengendalikannya.

Baca juga: Kurangi Debit Banjir Jakarta, Dua Bendungan Rampung Akhir 2020

Saat musim kemarau, bendungan ini akan dikeringkan agar bisa menampung air saat musim hujan.

"Jadi bukan seperti bendungan-bendungan yang seperti kita lihat. Jadi ini dry dam atau flood control dam untuk pengendalian banjir," ucap Basuki di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Kelak ketika selesai, bendungan tersebut mampu menampung air dengan volume 6,05 juta meter dan mengurangi debit banjir menjadi 111,75 meter kubik per detik.

Selain Bendungan Ciawi, Kementerian PUPR tengah merampungkan pembangunan Bendungan Sukamahi yang juga ditargetkan selesai pada Desember 2020.

Saat ini, pembangunan fisiknya mencapai 40 persen, sementara pengadaan lahannya sudah sekitar 95 persen.

Adapun kapasitas tampung bendungan sebesar 1,68 juta meter kubik serta mampu mereduksi debit banjir menjadi 15,47 meter kubik per detik.

Seperti diketahui, kedua infrastruktur tersebut berlokasi di Hulu Sungai Ciliwung. Adapun pembangunannya merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir di Jakarta dan sekitarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X