JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika mayoritas resor menutup rapat propertinya bagi publik, alias serba eksklusif, berbeda dengan Potato Head Studios Seminyak.
Resor yang berada di pinggir Pantai Seminyak, Bali, ini menawarkan konsep berbeda. Pengelola menyiapkan ruang publik yang bisa digunakan oleh semua orang dan bukan hanya bagi para tamu hotel.
Banguanan resor ini dirancang oleh firma terkenal dunia, Studio OMA, bekerja sama dengan arsitek lokal Andra Matin.
Melansir laman OMA, Minggu (8/3/2020) desain bangunan menantang tipologi resor yang khas yakni eksklusivitas.
Baca juga: Bisnis Vila di Bali Masih Diminati
Potato Head Studios dirancang dengan mempertimbangkan konteks Indonesia.
Istimewanya, proyek yang selesai pada Februari 2020 ini adalah hotel pertama di Bali yang menawarkan ruang publik untuk masyarakat setempat.
Potato Head Studios Kemudian Potato Head Studios yang merupakan resor khusus bagi publik. Di dalamnya terdapat ruang eksibisi dan ruang-ruang terbuka.
Baca juga: Bisnis Hotel Bali Hadapi Tantangan Berat, Sampah dan Lingkungan
Ruangan terbuka itu merupakan pusat dari bangunan resor serta menjadi panggung yang dapat digunakan untuk berbagai acara, seperti perayaan, festival, acara budaya, dan kegiatan rekreasi sehari-hari.
Bangunan ini juga merupakan ruang baru bagi komunitas di mana pengunjung, baik tamu hotel dan masyarakat umum, dapat menikmati budaya Bali kontemporer disetiap sudutnya.
Potato Head Studios Ruangan ini dapat diakses melalui jalan yang disiapkan khusus bagi publik yang mengarah ke kompleks terapung.
Selanjutnya resor ini juga dilengkapi dengan lapangan terbuka pada bagian dasarnya. Pada bagian ini, arsitek menambahkan taman khas Bali.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.