Bisnis Hotel Bali Hadapi Tantangan Berat, Sampah dan Lingkungan

Kompas.com - 13/01/2020, 21:26 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Akankah Bali masih menjadi destinasi wisata dunia tahun 2020 ini? Pertanyaan ini makin menyeruak tatkala bisnis perhotelan di kawasan yang berjuluk Pulau Dewata ini menunjukkan perlambatan.

Menurut riset Colliers International Indonesia, perlambatan tersebut disebabkan masalah sampah plastik, dan masalah lingkungan seperti macet, abrasi pantai, dan kriminalitas.

"Kendala ini yang membuat bisnis perhotelan tahun 2019 melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2020 ini pun, tantangannya tak kalah berat," ujar Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto.

Bali, dan Indonesia secara umum menjadi sorotan terkait masalah sampah, dan lingkungan. Hal ini menyusul penghentian impor sampah plastik oleh China.

Baca juga: Menguji Tuah Trump di Lido dan Bali

Dan Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mendapat sorotan paling tajam karena merupakan ikon pariwisata.

Banyak wisatawan mancanegara yang mengeluhkan sampah plastik serta menurunnya kualitas lingkungan di Bali. 

Selain sampah plastik, dan lingkungan, tantangan lain yang dihadapi Bali cukup berat dan sangat beragam.

Tantangan pertama adalah menurunnya pasar domestik sebagai dampak dari tingginya harga tiket pesawat.

Kedua menurunnya jumlah tamu dari China semenjak penertiban praktek zero dollar tourism dan sebagai dampak dari perang dagang.

Turis China cenderung untuk tidak bepergian ke luar negeri, terutama Bali. Hal ini juga diperkuat oleh riset Founder & CEO Hotel Investment Strategies LLC Ross Woods.

Baca juga: Kunjungan Turis China ke Bali Anjlok, Indonesia Berharap pada Eropa

Dia menuturkan, kunjungan turis China ke Pulau Dewata menurun dari sekitar 1,4 juta pada tahun 2018 menjadi 1,17 juta pada 2019 atau sebesar 14 persen.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X