Kasus Korupsi Jiwasraya: Hanson Bakal Meminta Kembali Sertifikat Tanah yang Disita Kejagung

Kompas.com - 25/02/2020, 07:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur PT Hanson International Tbk Adnan Tabrani akan meminta kembali sertifikat tanah yang disita Kejaksaan Agung atas nama perumahan Forest Hill dan Millenium City.

Alasan permohonan pengembalian sertifikat tersebut karena tidak ada sangkut pautnya dengan Benny Tjokrosaputra yang merupakan terduga kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Adnan memastikan hal tersebut kepada Kompas.com, Senin (24/2/2020), ketika ditanya mengenai rencana Kejagung memasang plang sita di kedua perumahan yang dikembangkan PT Hanson International Tbk.

Baca juga: Hanson Tegaskan Kejagung Tak Bisa Memblokir Tanah 2 Perumahan Terkait Jiwasraya

Mengutip Benny Tjokro, Adnan mengatakan, yang bersangkutan meminta agar kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) jangan melibatkan PT Hanson International Tbk.

Hal ini karena Benny cuma punya sekitar 18 persen saham, sedangkan sebagian besar lainnya yakni 82 persen milik publik.

"Karena itu, justru kami mau minta kembali sertifikat yang disita karena bukan punya Benny Tjokro, melainkan entitas anak usaha PT Hanson International Tbk," jelas Adnan.

Rencananya, Adnan dan tim pengacara Hanson International akan mendatangi Kejagung dalam waktu dekat. Saat ini permohonan pengembalian sertifikat tengah disiapkan dan disusun.

Sebelumnya diberitakan, Kejagung menetapkan enam orang tersangka dalam kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Para tersangka tersebut yaitu Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, dan mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Harry Prasetyo.

Kemudian, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan; dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.