Sejarah Bangunan Tionghoa Tertua di Jakarta

Kompas.com - 24/01/2020, 12:00 WIB
Umat Buddha bersembahyang di Wihara Dharma Bakti, Jakarta, Selasa (29/5/2018). Ibadah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tri Suci Waisak 2562BE/2018. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGUmat Buddha bersembahyang di Wihara Dharma Bakti, Jakarta, Selasa (29/5/2018). Ibadah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tri Suci Waisak 2562BE/2018.

Dosen Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, Adrian Perkasa, terdapat dua tipe atap yakni ekor walet dan gunungan. Atap ekor walet umumnya digunakan di rumah besar dan kelenteng

Rumah-rumah ini biasanya dimiliki oleh pejabat Tionghoa atau Chineeshe Officieren yang diangkat pemerintah kolonial seperti majoor, kapitein, dan luitenant der Chineezen.

Alwi Shihab dalam buku Waktu Belanda Mabuk Lahirlah Batavia, menjelaskan, rumah ini pada awalnya merupakan milik Mayor Khouw Im An.

Setelah sang Mayor meninggal, gedung ini menjadi tempat perkumpulan sosials warga Tionghoa bernama Sin Ming Hui. Namanya bertahan hingga tahun 1960-an sebelum akhirnya diubah menjadi Candranaya.

Mengacu pada sebuah catatan yang terpasang di samping pintu gerbang utama, rumah tersebut dikatakan dibangun lebih kurang 200 tahun lalu yakni antara tahun 1806 atau 1867.

Di area belakang rumah terdapat teras, sebuah kolam teratai yang konon merupakan area rekreasi keluarga Mayor Khouw Kim An, dan sebuah pelataran luas berlantai marmer.

Saat ini, Gedung Candranaya merupakan bagian dari supoerbalok yang dikelola oleh PT Modernland Realty Tbk.

Meski begitu keberadaannya masih berada di bawha supervisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Hingga saat ini, rumah tersebut masih dipertahankan arena merupakan cagar budaya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X