Sejarah Bangunan Tionghoa Tertua di Jakarta

Kompas.com - 24/01/2020, 12:00 WIB
Tampak depan bangunan Gedung Candra Naya di kawasan Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Selasa (27/1). KOMPAS/RADITYA HELABUMITampak depan bangunan Gedung Candra Naya di kawasan Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Selasa (27/1).

Teisseire mengatakan, tempat ini menjadi lokasi suci baik bagi masyarakat Tionghoa. Selain itu, corak kelenteng ini juga memiliki corak Taois karena dikaitkan dengan makam seorang Muslim yang keramat bagi masyarakat Ancol pada waktu itu.

Baca juga: Panduan Warna Keberuntungan Menurut Shio Anda

Di belakang bangunan utama terdapat makam Embah Said Areli Dato Kembang bersama istrinya Ibu Enneng (Pha-Poo).

Mereka berdua dipercaya merupakan orangtua dari Sitiwati dan Mone. Pada bagian atas makam tersebut terdapat kalimat yang tertulis dalam Bahasa Arab.

Kemudian ruang pemujaan utama ditujukan untuk Da Bo Gong dan istrinya Bo Pog. Kemudian di bagian bawah altar utama terdapat makam Sampo Soeisoe dan istrinya Sitiwati.

Lalu pada bagian depan kelenteng terdapat semacam serambi atau atap yang diperluas. Adapun pada bagian muka terdapat dua buah area singa yang terbuat dari batu.

Singa jantan digambarkan menggenggam bola dalam cengkeramannya di sebelah kanan dan singa betina digambarkan dengan anaknya sebelah kiri.

Candranaya

Gedung lain yang menjadi perbincangan saat membahas bangunan Tionghoa di Jakarta adalah Candranaya.

Pada tahun 1800-an rumah yang kini dikenal dengan nama Gedung Candra Naya tersebut dipandang “tinggi” oleh masyarakat sekitar.

Hal ini terlihat dari bentuk atap segi empat dengan kedua ujung yang berbentuk agak meruncing ke atas.

Bentuk atap yangtampak terbelah seperti ekor burungwalet itu disebut yanwei dan menandakan status sosial si pemilik yang tinggi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X