MRT dan Masa Depan Jakarta Menurut "Country Leader" Signify

Kompas.com - 03/12/2019, 19:39 WIB
Warga melintasi mural karya dari seniman asal Berlin, Jerman Snyder di terowongan Jalan Kendal, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019). Tema Mural yaitu Persahabatan untuk perayaan 25 tahun hubungan antara Jakarta dan Berlin sebagai Sister City. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga melintasi mural karya dari seniman asal Berlin, Jerman Snyder di terowongan Jalan Kendal, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019). Tema Mural yaitu Persahabatan untuk perayaan 25 tahun hubungan antara Jakarta dan Berlin sebagai Sister City.

Hal inilah yang lazim disebut sebagai transit oriented development (TOD). Bicara tentang MRT, kata Rami, tidak bisa berdiri sendiri secara parsial, melainkan harus tercipta sebuah ruang hidup dan kehidupan agar Jakarta berubah menjadi livable city.

Baca juga: 7 Bulan MRT Jakarta Beroperasi, Permintaan Properti Melesat Tinggi

Pengelola MRT Jakarta harus mampu menciptakan ruang itu di sekitar stasiun, di mana warganya dapat dengan mudah mengakses stasiun melalui jalur pedestrian yang teduh, nyaman dilintasi, dan aman.

Kemudian, mereka juga harus mampu menciptakan ruang-ruang publik, ruang seni, atau pun ruang komersial yang dirancang dengan konsep kebersamaan atau kolaboratif.

"Saya percaya Jakarta punya potensi semua itu. Mulai dari pertunjukkan seni, kuliner bercita rasa tinggi, serta kerajinan tangan yang dikemas sedemikian rupa demi menarik minat wisatawan. Bangkok telah melakukan ini, Jakarta seharusnya bisa," imbuh Rami.

Signify sendiri, lanjut dia, tertarik untuk melakukan beautifikasi jalur MRT Jakarta sepanjang 16 kilometer dari Lebak Bulus hingga Bunderan HI.

Sebelum ini, Signify telah melakukan beautifikasi untuk tengara-tengara (landkmark) serta bangunan ikonik di Jakarta, dan beberapa kota lainnya di Indonesia.

Melalui CityTouch, Signify memberikan sistem pencahayaan pintar secara digital yang memungkinkan administrator kota untuk mengoperasikan, mengontrol, dan memelihara penerangan jalan umum melalui gawai atau komputer yang terkoneksi internet.

Baca juga: Di Balik Gemerlap Jembatan Holtekamp, Ada Sistem Pencahayaan Pintar

Monumen Nasional di Jakarta, Tugu Pahlawan di Surabaya, Jembatan Ampera di Palembang, Patung Ksatria Gatot Kaca di Bali, Monumen Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta, Gedung Sate di Bandung, Monumen Mandala di Makassar, dan Jembatan Youtefa di Papua, hanyalah beberapa contoh yang telah mengalami sentuhan keindahan lampu Signify.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X