Ciputra, Moral Bisnis, dan Sejumlah Mahakarya

Kompas.com - 27/11/2019, 08:55 WIB
Hotel Ciputra Jakarta. Dok. Hotel Ciputra JakartaHotel Ciputra Jakarta.

Baca juga: Ciputra, Orang Indonesia Pertama Peraih Luminary

Ciputra berkata, untuk sampai pada pencapaian ini tidak dilalui dengan mudah. Terlebih lagi saat dia memulai pembangunan proyek reklamasi skala jumbo bertajuk Taman Impian Jaya Ancol pada 1966.

"Banyak tentangan dari aktivis lingkungan, dari masyarakat sekitar terutama nelayan. Dan yang paling keras menentang tentu dari media," ujar Ciputra memulai kisahnya dalam perbincangan selama 30 menit dengan Kompas.com di DBS Tower, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Aksi mereklamasi Ancol menjadi kawasan wisata terpadu, ujar Ciputra, tidak dilakukan serampangan. Persiapan dan studi kelayakan dilakukan dalam waktu lima tahun.

Selama waktu lima tahun itu, Ciputra dan tim PT Pembangunan Jaya sebagai Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol melakukan studi banding ke Perancis dan Belanda.

Dalam pelaksanaan reklamasinya pun BPP Proyek Ancol menunjuk supervisor Witteveen+Bos untuk melakukan pengawasan langsung.

"Walaupun kontraktor reklamasinya terkenal, kalau tidak diawasi, tidak disupervisi, akan kacau jadinya," kata Ciputra.

Baca juga: Anggarkan Rp 3,5 Triliun, Ciputra Siapkan Proyek Raksasa di Makassar

Pembangunan pulau rekayasa, lanjut Ciputra, sejatinya berdampak positif dan membawa manfaat dari segi ekonomi, hanya jika pelaksanaannya prosedural, taat izin, dan tentu dengan kajian-kajian mendalam.

Selain itu, menurut dia, reklamasi adalah jawaban atas masalah kelangkaan lahan dengan harga yang sudah tidak masuk akal. Singapura yang lahannya terbatas juga melakukan ekspansi ke laut.

"Sekarang lihat, Ancol jadi kawasan modern, kawasan rekreasi, hiburan, dan wisata terpadu. Sebagian orang Jakarta mungkin pacarannya di Ancol," ucap Ciputra.

Hal ini pula yang kelak dilakukan Ciputra di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melalui CitraLand City Losari.

Baca juga: Resmi, Megaproyek Center Point of Indonesia Jatuh ke Tangan Ciputra

Ciputra melalui tentakel PT Ciputra Surya Tbk menggandeng PT Yasmin Bumi Asri membentuk KSO Ciputra Yasmin untuk merealisasikan megaproyek senilai Rp 3,5 triliun tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X