Ciputra, Moral Bisnis, dan Sejumlah Mahakarya

Kompas.com - 27/11/2019, 08:55 WIB
Foto aerial suasana pengunjung Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, Kamis (6/6/2019). Hingga sore ini tercatat sekitar 100 ribu pengunjung memanfaatkan waktu libur Lebaran 2019 bersama keluarga di Taman Impian Jaya Ancol. ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTOFoto aerial suasana pengunjung Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, Kamis (6/6/2019). Hingga sore ini tercatat sekitar 100 ribu pengunjung memanfaatkan waktu libur Lebaran 2019 bersama keluarga di Taman Impian Jaya Ancol.

"Kami akan melakukan reklamasi seluas 106,41 hektar dari total area pengembangan Center Point of Indonesia 157,23 hektar. Seluas 50,47 hektar di antaranya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan," papar Direktur Utama PT Ciputra Surya Tbk Harun Hajadi.

Dalam pandangan Ciputra, Makassar punya potensi besar untuk sejajar dengan Jakarta, Surabaya, bahkan Singapura. Kota ini bisa dirancang lebih modern sebagai gerbang Indonesia timur. Makassar itu kaya. Makassar itu masa depan Indonesia.

"Kami punya empat proyek di sana. Setiap tahun penjualannya selalu meningkat, Rp 1 triliun, Rp 1,5 triliun," ungkap Ciputra. 

Putra mahkota

Ciputra menyadari bahwa usianya tidak muda lagi. Gestur tubuhnya tidak gesit lagi, tetapi dia tak pernah berhenti memproduksi ide-ide dan pandangannya ke depan tentang properti.

Oleh karena itu, Ciputra telah mempersiapkan organisasi, capacity building, dan personal-personal muda yang mumpuni di bidangnya, termasuk putra-putri dan cucu-cucunya.

"Tantangan sektor properti Indonesia saat ini semakin kompleks. Bahkan, tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding saat saya memulai dulu. Semakin banyak pesaing, baik dari dalam negeri maupun asing, berbagai regulasi baru, tren baru, dan masalah kelangkaan lahan," ujar dia.

Raffles JakartaDokumentasi AccorHotels Raffles Jakarta
Demikian halnya dengan persiapan putra mahkota yang akan mewarisi dan menggantikan estafet kepemimpinannya. Menurut dia, semua sudah mendapatkan dan melakukan peran yang dia harapkan.

Rina, Junita, Candra, dan Cakra sebagai anak kandung maupun Budiarsa dan Harun sebagai menantu telah menorehkan prestasi melalui peran masing-masing.

Karena itulah, menurut Ciputra, sudah sejak lama dia membagi-bagi porsi peran mereka menjadi tiga pilar utama dalam bentuk "sub-holding 1, 2, dan 3" di bawah bendera Ciputra Group.

"Sub-holding 1 merupakan tanggung jawab Rina dan Budiarsa, sub-holding 2 porsinya Harun dan Junita, serta sub-holding 3 buat Candra dan Cakra," papar Ciputra.

Namun, sebelum sampai pada alokasi peran dan tugas tersebut, Ciputra sebelumnya telah mempersiapkan pendidikan moral, teknik dan keterampilan, serta menanamkan jiwa kewirausahaan.

Tanpa pendidikan moral sebagai ruh utama dari seorang manusia, kata Ciputra, pasti akan ditelan peradaban.

"Karena itu, saya mengutamakan moral. Bisnis harus jujur. Kalau dia pintar, sekolah di luar negeri tapi tidak jujur, dia tidak akan bisa bertahan lama," tuturnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X