Jadi "World Class Operator" Setara Jepang, Ini Strategi MRT Jakarta

Kompas.com - 18/11/2019, 11:22 WIB
Suasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). MRT Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Layanan pada fase operasi tidak berbayar dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). MRT Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Layanan pada fase operasi tidak berbayar dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tujuh bulan sejak Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta resmi beroperasi pada Maret 2019, PT MRT Jakarta menargetkan dapat menjadi perusahaan skala dunia, world class operator pada 2023 mendatang.

Tak main-main, benchmark yang dijadikan acuan adalah perusahaan serupa yang mengelola metro train di Jepang, Hong Kong, dan Singapura.

Direktur Operasional dan Perawatan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi mengungkapkan hal itu saat kelas MRT Fellowship Pogram, di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

"Kami ingin menjadi world class operator tahun 2023 nanti. Setara Jepang, Hong Kong dan Singapura," kata Effendi.

Bukan tanpa alasan target PT MRT Jakarta demikian ambisius. Menurut Effendi, perusahaan daerah ini sudah memiliki kemampuan, baik dalam membangun, maupun mengelola metro train

Baca juga: 25 November, MRT Jakarta Terbitkan Kartu Multi Trip

Terutama untuk komponen utama seperti kereta (train set) yang memang produksi Jepang, jalur (track) kereta, dan fasilitas penunjang seperti stasiun, persinyalan, dan seluruh komponen lainnya yang dibangun memenuhi standar internasional.

Direktur utama PT Transjakarta Agung Wicaksono (kanan) dan Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi (tengah) di Halte Transjakarta Harmoni, Jumat (28/12/2018).KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELA Direktur utama PT Transjakarta Agung Wicaksono (kanan) dan Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi (tengah) di Halte Transjakarta Harmoni, Jumat (28/12/2018).
Lebih lagi karyawan dan staf yang berkualifikasi. Sebagian besar atau 80 persen di antaranya merupakan generasi milenial dengan tingkat inteligensi tinggi, dan adaptasi demikian cepat, serta mau belajar.

"Tentang karyawan, ini seleksinya ketat. Mereka yang terpilih pintar-pintar dan dari berbagai latar belakang berbeda. Tinggal menyesuaikan dengan culture PT MRT Jakarta saja," imbuh Effendi.

Tak kalah penting adalah prestasi ketepatan waktu kereta datang yang telah dicapai yakni 99,86 persen, ketepatan waktu perjalanan mencapai 99,1 persen, dan waktu tunggu 99,87 persen.

Karena itu Effendi optimistis PT MRT Jakarta bisa menjadi operator kelas dunia. Apalagi jika institusi internasional diajak bekerja sama, tentu target ini bakal terealisasi lebih cepat.

Untuk dapat mewujudkan target besar menajdi world class operator tersebut, PT MRT Jakarta telah menyiapkan berbagai strategi.

Pertama dalam masa pra operation, kedua during operation, dan ketiga further operation, yang mencakup sistem dan sumber daya manusia (SDM).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X