Ada Rumah Rp 100 Jutaan di Pameran IIPEX 2019

Kompas.com - 25/09/2019, 15:46 WIB
Indonesia International Property Expo (IIPEX) 2019 resmi dibuka oleh Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil pada Rabu (2/9/20190. Pameran ini diikuti 200 pengembang dengan lebih drai 1.000 proyek. Dokumentasi IIPEXIndonesia International Property Expo (IIPEX) 2019 resmi dibuka oleh Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil pada Rabu (2/9/20190. Pameran ini diikuti 200 pengembang dengan lebih drai 1.000 proyek.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pameran properti terbesar Indonesia International Property Expo ( IIPEX) 2019 yang diadakan serempak di empat kota yaitu Jakarta, Bali, Medan, dan Surabaya resmi dibuka.

Prosesi pembukaan diselenggarakan melalui live streaming dari masing-masing kota yang dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, di JCC Jakarta, Rabu (25/9/2019).

IIPEX 2019 merupakan hasil kerja sama Realestat Indonesia (REI) bersama Dyandra Promosindo dan Rumah.com yang diselenggarakan sejak 21 September hingga 29 September 2019.

“Melalui pameran ini, investor dan pebisnis properti harus optimistis bahwa ekonomi Indonesia akan lebih baik ke depannya serta mampu mengatasi berbagai kendala baik skala internasional maupun domestik,” kata Sofyan.

Baca juga: Pemerintah Janji Terus Dorong Pertumbuhan Sektor Properti

Kementerian ATR/BPN sendiri turut berpartisipasi dalam IIPEX 2019 dengan menghadirkan booth, bersama Bank Tabungan Negara (BTN), yang menawarkan berbagai layanan pertanahan dari kantor pertanahan se-DKI Jakarta.

Mulai dari perubahan hak atas tanah, pengecekan sertifikat, pengecekan zona nilai tanah, serta sosialiasi mengenai Hak Tanggungan elektronik atau sistem HT-el.

Sistem HT-el merupakan serangkaian proses pelayanan hak tanggungan dalam rangka pemeliharaan data pendaftaran tanah yang dilaksanakan melalui sistem elektronik yang terintegrasi.

Jenis layanan dalam Sistem HT-el meliputi pendaftaran hak tanggungan, peralihan hak tanggungan, perubahan nama kreditor, dan penghapusan (roya) hak tanggungan.

Baca juga: Bebani Keuangan Negara, Kuota SSB Rumah Murah Dikurangi

Adanya sistem HT-el akan mempersingkat waktu penyelesaian pembuatan sertifikat Hak Tanggungan, dari sebelumnya 3 sampai 6 bulan menjadi hanya 7 hari.

Dalam pelaksanaan sistem ini, Kementerian ATR/BPN menunjuk BTN sebagai bank mitra.

Sementara itu Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin menyampaikan optimismenya bahwa penyelenggaraan pameran ini akan mampu mendorong kinerja pasar perumahan, baik dari sisi supply maupun demand.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X