Pemerintah Janji Terus Dorong Pertumbuhan Sektor Properti

Kompas.com - 25/09/2019, 14:28 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil menyatakan, pemerintah selama ini selalu mendorong pelaku industri properti agar sektor ini dapat terus tumbuh.

"Kami berkomitmen akan terus memberikan kemudahan bagi pelaku usaha atau calon untuk investor untuk mendukung momentum pertumbuhan sekotr properti," kata Sofyan saat membuka pameran Indonesia International Property Expo (IIPEX) 2019 di Jakarta Convention Center, Rabu (25/9/2019).

Salah satu kebijakan yang kini tengah dikaji ulang yakni terkait izin mendirikan bangunan (IMB).

Proses pengurusan IMB yang selama ini cukup lama dinilai sebagai salah satu penghambat investasi.

Baca juga: 5 Things To Know, Tanah Sukanto Tanoto hingga Penghapusan IMB

Pemerintah pun berwacana mempermudah proses perizinan tersebut sehingga dapat mempermudah investasi yang masuk.

"Yang penting tujuannya tercapai, sistemnya dipermudah. Di BPN yang penting kepastian hukum. Kebijakan ini memudahkan investor dan masyarakat," ujarnya.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan, sektor properti memiliki peranan penting di dalam menunjang perekonomian dalam negeri. Hampir 20 persen produk domestik bruto (PDB) disumbangkan sektor ini.

"Menyadari begitu strategisnya sektor properti, khususnya sektor perumahan sudah barang tentu menjadi kewajiban kita bersama-sama menjaga kontribusi nyata yang bisa kita berikan bagi pertumbuhan dan kemajuan pada sektor ini," pungkas Syarif.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X