Tol Cisumdawu, Jalan Bebas Hambatan Terindah di Indonesia

Kompas.com - 06/09/2019, 07:00 WIB
Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRTol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)

KKJTJ pula yang melakukan uji beban, dan uji laik fungsi terhadap terowongan ini. Proses uji tersebut, menurut Yusrizal, mampu dilewati dengan mulus karena semua parameter yang dipersyaratkan sudah terpenuhi.

"Saat ini, tinggal sidang pleno akhir untuk mengambil keputusan penerbitan sertifikat laik fungsi pada pertengahan September," sebut Yusrizal.

Adapun teknologi konstruksi yang digunakan untuk membangun terowongan ini adalah New Austrian Tunneling Method (NATM).

Baca juga: Kejar Operasional Tol Cisumdawu, BPJT Ultimatum Kontraktor China

Ini merupakan metode pembuatan terowongan dengan menggunakan perkuatan tanah di sekeliling area yang ternyata rawan longsor.

"Karena itulah, kami juga melakukan hydro seeding atau menanam kacang-kacangan di medan lembah dan bukit untuk mencegah longsor," imbuh Yusrizal.

Dikenal sebagai NATM, sistem rekayasa terowongan ini lebih merupakan seperangkat prinsip atau filosofi daripada metode teknis yang bersifat menentukan.

NATM berupaya memaksimalkan resistensi yang melekat di tanah dan kapasitas dukungan, dan secara luas diakui sebagai salah satu teknik paling ekonomis untuk membangun dan mengevaluasi terowongan.

Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)
Selain itu, NATM juga dapat menghemat ongkos konstruksi, material bangunan, tenaga konstruksi, dan pengurangan jadwal proyek secara signifikan.

Metode ini menunjukkan ketahanan yang besar terhadap tekanan geologis yang terlihat di daerah rawan gempa.

NATM tercatat sebagai metode konstruksi yang dipilih par excellence untuk membangun sejumlah besar terowongan di seluruh dunia.

Berbeda dengan metode klasik seperti pendekatan Belgia atau Jerman, di mana terowongan segera dibangun tanpa membiarkannya berubah secara alami, NATM memungkinkan deformasi massa batuan sebelum menstabilkan terowongan, yang mengurangi jumlah bahan pendukung tambahan yang diperlukan.

Terowongan ditutupi dengan lapisan beton yang disemprotkan atau shotcrete, yang lebih cepat dan lebih mudah untuk dieksekusi daripada bekisting tradisional.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X