Tol Cisumdawu, Jalan Bebas Hambatan Terindah di Indonesia

Kompas.com - 06/09/2019, 07:00 WIB
Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRTol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)

Metode ini menunjukkan ketahanan yang besar terhadap tekanan geologis yang terlihat di daerah rawan gempa.

NATM tercatat sebagai metode konstruksi yang dipilih par excellence untuk membangun sejumlah besar terowongan di seluruh dunia.

Berbeda dengan metode klasik seperti pendekatan Belgia atau Jerman, di mana terowongan segera dibangun tanpa membiarkannya berubah secara alami, NATM memungkinkan deformasi massa batuan sebelum menstabilkan terowongan, yang mengurangi jumlah bahan pendukung tambahan yang diperlukan.

Terowongan ditutupi dengan lapisan beton yang disemprotkan atau shotcrete, yang lebih cepat dan lebih mudah untuk dieksekusi daripada bekisting tradisional.

Lapisan shotcrete  ini meningkatkan kohesi internal massa batuan, memperkuat cincin (galian) pendukung, dan dapat bertindak sebagai lapisan sementara dan juga lapisan akhir.

Teknologi NATM ini sejatinya tidak terlalu mahal, tapi punya keunikan, dan jarang digunakan. Jadi, ini sekaligus sebagai pembelajaran bagaimana membangun terowongan yang murah dan cepat.

Untuk diketahui, guna membangun terowongan ini, dana yang dikucurkan nyaris Rp 1 triliun, atau tepatnya Rp 890 miliar.

"Kami membangun terowongan ini dalam waktu 1 tahun enam bulan sejak pertengahan 2017 dan rampung awal 2019," sebut Yusrizal.

Era baru

Meski belum dapat dikatakan sebagai mahakarya para insinyur Indonesia, Danang mengakui, jalan tol dengan fasilitas terowongan ini adalah era baru underground structure yang demikian kompleks.

"Saya masih menunggu terowongan tol di Bengkulu yang jauh lebih panjang. Namun demikian, saya ingin mengatakan bahwa dengan konstruksi terowongan ini, para insinyur Indonesia telah memasuki era baru underground structure yang kompleks," tutur Danang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X