Tol Cisumdawu, Jalan Bebas Hambatan Terindah di Indonesia

Kompas.com - 06/09/2019, 07:00 WIB
Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRTol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)

Lapisan shotcrete  ini meningkatkan kohesi internal massa batuan, memperkuat cincin (galian) pendukung, dan dapat bertindak sebagai lapisan sementara dan juga lapisan akhir.

Teknologi NATM ini sejatinya tidak terlalu mahal, tapi punya keunikan, dan jarang digunakan. Jadi, ini sekaligus sebagai pembelajaran bagaimana membangun terowongan yang murah dan cepat.

Untuk diketahui, guna membangun terowongan ini, dana yang dikucurkan nyaris Rp 1 triliun, atau tepatnya Rp 890 miliar.

"Kami membangun terowongan ini dalam waktu 1 tahun enam bulan sejak pertengahan 2017 dan rampung awal 2019," sebut Yusrizal.

Era baru

Meski belum dapat dikatakan sebagai mahakarya para insinyur Indonesia, Danang mengakui, jalan tol dengan fasilitas terowongan ini adalah era baru underground structure yang demikian kompleks.

"Saya masih menunggu terowongan tol di Bengkulu yang jauh lebih panjang. Namun demikian, saya ingin mengatakan bahwa dengan konstruksi terowongan ini, para insinyur Indonesia telah memasuki era baru underground structure yang kompleks," tutur Danang.

Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)
Dia menyebut mass rapid transit (MRT) Jakarta, Tol Cisumdawu, dan kereta cepat Jakarta-Bandung adalah struktur bawah tanah yang mendapat sentuhan para insinyur Indonesia.

Secara umum, perkembangan pembangunan Tol Cileunyi Seksi I-III sepanjang 33 kilometer dapat dilalui fungsional pada arus mudik tahun 2020. Sementara target penyelesaian konstruksi keseluruhan sepanjang 60,84 kilometer pada akhir 2020.

Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu dikerjakan bersama oleh Pemerintah dan Badan Usaha. Pemerintah memberikan dukungan konstruksi Seksi I dan II sepanjang 29 kilometer untuk meningkatkan kelayakan investasi.

Pendanaan porsi Pemerintah menggunakan APBN rupiah murni dan pinjaman Pemerintah China. Sementara Seksi III-VI sepanjang 32,8 kilometer dikerjakan oleh PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) dengan nilai investasi sebesar Rp 8,41 triliun.

Pembebasan lahan menjadi kendala dalam pembangunan ruas tol ini. Seksi I Cileunyi–Tanjungsari sepanjang 12 kilometer, dikerjakan oleh China Road and Bridge Corporation (CRBC)-PT Adhi Karya (Joint Venture) yakni 45,47 persen untuk konstruksi dan pembebasan lahan 72,77 persen.

Seksi II Tanjungsari–Sumedang sepanjang 17,51 kilometer, pembangunannya dilakukan dalam 2 fase yakni fase I sepanjang 7,23 kilometer, konstruksinya sudah selesai penuh 100 persen.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X