Kontraktor Pelat Merah Siap Garap Ibu Kota Baru

Kompas.com - 26/08/2019, 07:42 WIB
Kawasan inti pusat pemerintahan ibu kota negara Kementerian PUPRKawasan inti pusat pemerintahan ibu kota negara
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor infrastruktur mulai bersiap-siap untuk menggarap proyek pemindahan ibu kota baru.

Lokasi tepat ibu kota baru hingga kini, belum diumumkan Presiden Joko Widodo. Bahkan, senelumnya, Presiden menyanggah pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A Djalil tentang ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Baca juga: Komplet, Seluruh Kajian Pemindahan Ibu Kota Diserahkan ke Presiden

Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk Lukman Hidayat menyatakan, hingga kini masih menunggu kepastian dari Presiden terkait lokasi ibu kota baru. Ia berharap, Presiden dapat mengumumkan dalam waktu dekat.

"Mudah-mudahan, September atau Oktober ini sudah ada kepastian," kata Lukman di Bursa Efek Indonesia (BEI), pekan lalu.

Hingga kini, pemerintah masih menggodok konsep desain ibu kota baru, yang ditargetkan selesai pada 2020. Sementara, proses pemindahan ibu kota dapat dimulai pada akhir periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo atau 2024.

"Timeline-nya belum jelas, kami menunggu dulu," kata dia.

Baca juga: PP Harap Keputusan Lokasi Ibu Kota Keluar September 2019

Sementara itu, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto menilai, pemindahan ibu kota merupakan sebuah peluang besar bagi industri konstruksi untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam menggarap proyek-proyek infrastruktur.

Adhi Karya, sebut dia, bahkan telah memiliki tim internal yang bertugas mengkaji setiap potensi rencana pengembangan infrastruktur yang dimungkinkan untuk dibangun di lokasi ibu kota baru.

"Di sana kita akan banyak bangun gedung, perumahan, dan prasarana lain. Ada jalan, air minum, listrik dan lain-lain," ujarnya.

Baca juga: Siapakah Urban Planner Ibu Kota Baru di Kalimantan?

Di lain pihak, Direktur Keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk Imam Sudiyono menyatakan, pihaknya berencana menambah belanja modal dari Rp 428 miliar menjadi Rp 799 miliar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X