Dukung Pariwisata Labuan Bajo, Pemerintah Bangun Jalan 141,29 Km

Kompas.com - 14/07/2019, 07:00 WIB
Labuan BajoKementerian PUPR Labuan Bajo

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna mendukung pengembangan Labuan Bajo sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mengembangkan Jalan Lingkar Utara Flores dari Labuan Bajo-Kedindi sepanjang 141,29 kilometer.

Kepala Balai Jalan Nasional (BPJN) X NTT Kupang Muktar Napitupulu mengatakan, jalan yang dibangun akan menjadi jalur logistik.

Jalan tersebut menghubungkan sentra produksi pertanian di Kawasan Pertanian Terang seluas sekitar 2.000 hektar dengan Pelabuhan Bari.

Baca juga: Secara Bertahap, Labuan Bajo Ditata hingga 2021

Pelabuhan ini ditujukan sebagai pelabuhan niaga menggantikan Pelabuhan Labuan Bajo yang akan menjadi pelabuhan wisata.

Labuan BajoKementerian PUPR Labuan Bajo

"Jalan ini juga akan menjadi jalur alternatif untuk memperlancar pengiriman logistik dan bahan bakar minyak (BBM) dari wilayah Kedindi yang terdapat Depo Pertamina di Kecamatan Reo, wilayah di pantai utara Kabupaten Manggarai ke Labuan Bajo," kata Muktar dalam keterangan tertulis, Jumat (12/7/2019).

Pengiriman BBM seperti solar, bensin, minyak tanah, termasuk avtur akan lebih cepat karena kendaraan tidak perlu memutar lagi ke Ruteng baru melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo.

"Pengiriman BBM sempat terhambat beberapa waktu lalu, karena Jalan Labuan Bajo-Malwatar menuju Roteng mengalami longsor," imbuhnya.

Labuan BajoKementerian PUPR Labuan Bajo

Pembangunan jalan tersebut telah dimulai sejak 2015 dengan total anggaran yang sudah dikeluarkan mencapai Rp 201 miliar.

Saat ini, dari total panjang 141,29 kilometer sudah tembus sepanjang 60 kilometer dengan kondisi jalan yang sudah teraspal sepanjang 18 kilometer.

Untuk target keseluruhan rampung dengan kondisi teraspal yakni pada tahun 2023. Namun untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Bari difokuskan pada penyelesaian pengaspalan hingga ke Bari pada tahun 2021.

Labuan BajoKementerian PUPR Labuan Bajo

Muktar menyebut, berdasarkan rencana kerja 2019-2023, masih dibutuhkan sekitar Rp 525 miliar untuk pembangunan jalan.

Termasuk penanganan pascabencana longsoran ruas Labuan Bajo-Malwatar, preservasi jalan Labuan Bajo-Malwatar, dan pembangunan jalan shortcut Bandara Komodo (0,25 kilometer).

Selain itu, Direktorat Jenderal Bina Marga juga ditugaskan untuk melebarkan Jalan Soekarno Hatta di pusat kota Labuan Bajo serta melengkapi dengan jalur pejalan kali yang nyaman.

Selanjutnya meningkatkan kualitas jalan dari Labuan Bajo ke Wae Cicu yang akan menjadi pusat pelayanan akomodasi wisata premium di Labuan Bajo.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X