JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana mengembangkan jaringan tol baru di wilayah utara Jakarta. Tol yang akan menghubungkan wilayah Bekasi-Banten ini juga akan berfungsi sebagai tanggul laut.
Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Jarot Widyoko menuturkan, draf rencana pengembangan ini masih disusun pemerintah bekerjasama dengan Korea Selatan dan Belanda.
"Sekarang posisi draf konseptual desain," kata Jarot di kantornya, Jumat (12/7/2019).
Baca juga: Tanggul Laut Jakarta Bakal Jadi Tol Bekasi-Banten
Ia menuturkan, beberapa waktu lalu Indonesia telah memperbarui nota kerjasama dengan Korsel dan Belanda yang sebelumnya telah berakhir pada Mei 2019 lalu.
Nota kerjasama ini merupakan lanjutan dari Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang telah terbangun tanggul sepanjang 20,1 kilometer.
"Jadi sekarang baru tahap draft konseptual desain, itu stage III. Nanti (dilanjutkan sampai) IV-VII sampai selesai," kata Jarot.
Menurut dia, pemanfaatan tanggul laut sebagai jalan berbayar menjadi salah satu opsi yang akan mengemuka dalam pembahasan draf konseptual tersebut.
Opsi lainnya dapat berupa hunian atau pemanfaatan sebagai sarana dan prasarana umum lainnya.
Tentunya, ia menambahkan, pemanfaatan permukaan di atas tanggul laut akan menentukan jenis struktur, kemampuan teknis, serta besar kecilnya anggaran yang dibutuhkan.
"Secara umum seperti itu nanti detail desainnya nunggu ini (pembahasan selesai). Itu 2020 kalau enggak salah jadi ini sampai desain detail," tuntasnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.