Tanggul Laut Jakarta Bakal Jadi Tol Bekasi-Banten

Kompas.com - 12/07/2019, 21:00 WIB
Kunjungan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi bersama rombongan ke lokasi proyek Bendungan Karian di Lebak, Banten, Sabtu (24/11/2018).Erwin Hutapea/Kompas.com Kunjungan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi bersama rombongan ke lokasi proyek Bendungan Karian di Lebak, Banten, Sabtu (24/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek tanggul laut yang direncanakan untuk memberikan perlindungan warga DKI Jakarta dari risiko banjir dan krisis air baku, akan ditingkatkan kapasitasnya.

Tak hanya menjadi proyek tanggul laut, namun fungsinya lebih dari itu akan menjadi sebuah jalan tol.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR (SDA) Hari Suprayogi menuturkan, saat ini kajian peningkatan kapasitas fungsi tanggul laut masih dalam tahap pembahasan.

"Dari dinamikanya dalam pembangunan mungkin bukan tanggul, tapi tol. Tol yang nantinya apabila diperlukan nanti akan menjadi tanggul laut," ucap Hari di kantornya, Jumat (12/7/2019).

Baca juga: Nota Kesepahaman Proyek Tanggul Raksasa Tahap II Ditandatangani

Tanggul laut merupakan lanjutan dari proyek Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Adapun nota kesepahaman rencana pembangunan NCICD Tahap II telah ditandatangani antara Pemerintah Indonesia, Belanda dan Korea Selatan yang dilakukan secara terpisah.

Tepatnya, saat Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ke New York, ia menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda Cora Van Nieuwenhuizen-Wijbenga.

Sementara, ketika berkunjung ke Korea Selatan, Basuki menandatangani nota kesepahaman tersebut dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Kim Hyun Mee.

"Di situ yang sedang kita laksanakan, MoU yang sebelumnya kan sudah berakhir, dalam MOU itu sudah kita laksanakan perkembangannya kita bagi dalam fase," kata Hari.

"Itu fase 3 (tanggul laut yang akan jadi tol). Kemudian kita merencanakan sampai fase 7. Maka perlu diperpanjang MoU. Sudah ditandatangani ketiga pihak, itu akan kita laksanakan sampai fase 7," imbuhnya.

Soal desain, skema teknis, hingga pendanaan, menurut Hari, masih memerlukan pembahasan yang cukup panjang.

Termasuk panjang keseluruhan tanggul laut yang hendak dibangun. Hanya, menurut rencana, tanggul tol laut ini akan terbentang cukup panjang mulai dari Bekasi hingga Banten.

"Itu menghubungkan Bekasi sampai ke Banten. Tapi kan dinamikanya berkembang," ujarnya.

Sebagai gambaran, Tol Semarang-Demak yang baru saja dimenangkan lelangnya oleh konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Misi Mulia Metrical, memiliki konstruksi tanggul laut.

Tol sepanjang 27 kilometer ini menelan investasi sekitar Rp 15,3 triliun.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X