Secara Bertahap, Labuan Bajo Ditata hingga 2021

Kompas.com - 12/07/2019, 13:17 WIB
Labuan BajoKementerian PUPR Labuan Bajo

JAKARTA, KOMPAS.com - Penataan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur akan terus diintensifkan guna mendukung wilayah ini menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Secara bertahap, pengembangan kawasan ini akan dilaksanakan pada medio 2019-2021.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Labuan Bajo merupakan gerbang bagi wisatawan yang ingin melanjutkan wisatanya ke Pulau Komodo, Pulau Rinda dan Pulau Padar.

Oleh karena itu, penataan kawasan ini harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan.

Menteri PUPR Basuki HadimuljonoKementerian PUPR Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

"Kawasan wisata harus ditata betul, selanjutnya diperlukan partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersiha, agar menjadi kota yang betul-betul dirawat," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Kamis (11/7/2019).

Adapun lingkup penataan meliputi kawasan Puncak Waringin, penataan Kampung Baru, penataan integrasi Tempat Pelelangan Ikan dengan kawasan wisata kuliner Kampung Ujung, peningkatan trotoar dan Jalan Soekarno Hatta.

Berikutnya, pengembangan kawasan wisata Goa Batu Cermin, serta pengembangan sektor air minum dan sanitasi di sana.

Labuan BajoKementerian PUPR Labuan Bajo

Untuk penataan kawasan Puncak Waringin di Kabupaten Manggarai Barat, akan dikerjakan secara bertahap pada tahun 2019-2020.

Pembangunan Tahap I pada 2019 akan diselesaikan pembangunan Gedung Utama seluas 350 meter persegi setinggi 2 lantai untuk lounge dan pusat cinderamata serta viewing deck.

Selanjutnya pada tahun 2020 akan dibangun bangunan komersil seluas 525 meter persegi setinggi 2 lantai, untuk kios lengkap dengan mushala serta toilet dan area tenun.

Selain itu juga akan dibangun Ruang Terbuka Publik sekitar 1.700 meter persegi yang dilengkapi dengan ampiteater seluas 267 meter persegi dan area parkir seluas 235 meter persegi.

Labuan BajoKementerian PUPR Labuan Bajo

Penataan lanjutan juga akan dilakukan di salah satu daerah penyangga Labuan Bajo yaitu Kampung Baru dengan pekerjaan pembangunan ruang terbuka publik, toilet wisata, dermaga nelayan, dan Jalan Gertak Bukit Pramuka (460 meter).

Sebelumnya pada tahun 2017-2018, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah membelanjakan anggaran Rp 40,35 miliar untuk penataan kawasan di empat lokasi yakni Kampung Ujung, Kampung Air, Kampung Tengah dan Pulau Komodo.

Labuan BajoKementerian PUPR Labuan Bajo

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X