Ketika "Trade Center" Dianggap Tak Lagi Menarik (IV)

Kompas.com - 05/07/2019, 15:00 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.

Saat itu, kisah Andy, menjual ribuan kios pada sebuah  trade center demikian mudah. Pengalaman serupa juga dikemukakan Rudy yang mengaku tidak kesulitan menjual trade center

Tetapi kini, semua harus berubah, atau menjadi fosil beton tak berpenghuni.

Jalan Keluar

Untuk menyiasati sepinya pengunjung, dan menghindari jatuhnya harga kios trade center, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alexander Stefanus Ridwan, mengatakan pengelola harus melakukan langkah-langkah inovatif.

"Karena inovasi adalah salah satu syarat agar bisa bertahan di industri ritel," ujar Stefanus.

Dengan kondisi saat ini, para peritel, pemilik kios, dan pengelola harus ambil bagian, menyamakan visi untuk melakukan perubahan.

Hal inilah yang menjadi Hendra. Menurut dia, pengembang, pengelola, yang juga pemilik sebagian kios di trade center, harus melakukan pendekatan ke para pemilik kios.

"Dengan lokasi-lokasinya yang sebagian strategis, harusnya mereka mampu meng-upgrade konsep, gedung secara fisik, dan manajemennya," kata Hendra.

Selain itu, pengelola juga bisa menempuh cara buy back atau co-develop. Semacam pengembangan en bloc seperti di Singapura untuk apartemen-apartemen tua di lokasi strategis.

Jika opsi buy back atau co develop merupakan pilihan terakhir, maka pengembang dan pengelola harus kreatif dan mampu menciptakan event-event meriah yang mampu menarik minat pengunjung.

" Trade center kan tempat jualan barang-barang fast moving low cost fashion dan low cost handphone. Jadi para pedagang mengharapkan fast moving sales juga. Mereka mengharapkan high volume karena marjinnya tipis," tutur Hendra. 

 

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X