Ketika "Trade Center" Dianggap Tak Lagi Menarik (IV)

Kompas.com - 05/07/2019, 15:00 WIB
Promosi dalam bentuk diskon banyak terlihat di toko-toko di ITC Mangga Dua, Jakarta Barat. KOMPAS.com/ VERRYANA NOVITA NINGRUMPromosi dalam bentuk diskon banyak terlihat di toko-toko di ITC Mangga Dua, Jakarta Barat.

Head of Operating Properties Nirvana Wastu Pratama (NWP) Retail Teges Prita Soraya menimpali, kepemilikan  trade center adalah perorangan karena bersifat strata title.

Jika kita membangun satu gedung seluas 50.000 meter persegi, akan ada ribuan unit kios yang harus dijual.

"Jika tidak terjual, dana investasi kita lenyap atau menguap begitu saja," cetus Teges.

Sebaliknya, kendati lease mall membutuhkan 'nafas panjang' alias dana yang tidak sedikit, namun aset ini akan menjadi profit center perusahaan dalam bentuk recurring income.

Sementara trade center akan lepas begitu saja, dan menjadi aset perorangan atau pembeli.

Baca juga: Ini Penyebab Turunnya Kejayaan ITC (II)

Memang pada awal membangun, kata Teges, NWP Retail harus menginvestasikan dana hingga ratusan miliar rupiah. Karena konstruksi fisik harus sesuai dengan konsep yang ditawarkan kepada peritel atau tenant.

"Tapi bisnis pusat belanja sewa di Indonesia sangat menjanjikan. Terlebih bonus demografi dan kelas menengah yang meningkat pendapatan serta kemampuan belinya," ucap Teges.

Oleh karena itu, NWP Retail tidak akan pernah membangun trade center. Sebaliknya, pihaknya akan secara agresif mengembangkan lease mall dengan konsep spesifik, original, dan berbeda dari yang sudah ada.

CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono mengamini pendapat Teges. Menurut dia, untuk saat ini, membangun lease mall menjadi opsi terbaik. 

Apalagi di kota-kota yang memang belum terdapat lease mall, namun produk domestik brutonya lumayan tinggi, seperti kota tier kedua dan ketiga macam Pontianak, Lahat, Prabumulih, Pangkalan Bun, Ambon, dan Kupang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X