Ketika "Trade Center" Dianggap Tak Lagi Menarik (IV)

Kompas.com - 05/07/2019, 15:00 WIB
Ilustrasi. shutterstockIlustrasi.

Dengan penyewa utama atau anchor tenat Lulu Group International dengan Lulu Hypermarket-nya, Teges menjawab yakin dengan recurring income yang sudah terpampang di depan mata.

Betapa tidak, Lulu Group International telah memberikan konfirmasi selama 10 tahun dengan luas area 5.000 meter persegi dalam perjanjian kontrak sewa.

Lebih ribet

Selain masalah fulus, lokasi strategis, dan status kepemilikan, hal tak kalah penting adalah mengenai pengelolaan.

Direktur Marketing BTC City Andy Chandra mengatakan, mengelola sebuah  trade center lebih ribet dan membuat pusing dibanding pusat belanja sewa.

"Ini karena kios-kiosnya sudah jadi aset pemilik. Jadi susah untuk diatur seragam. Sementara pusat belanja sewa lebih gampang diatur karena kios masih aset pengembang," tambah Andy.

Dia melanjutkan, terkait fenomena semakin anjloknya pamor trade center, yang harus dilakukan pengelola adalah mengubah konsep pusat belanja menjadi community meeting mall.

Namun begitu, Andy tak menampik, perubahan konsep pun akan sangat sulit dilakukan pada trade center karena pemiliknya terlalu banyak sebagai konsekuensi dari konsep kepemilikan strata title.

Akibatnya, trade center menjadi sepi, dan sudah tidak menarik lagi. Pengunjung pun emoh datang dan minat beli turun. Walhasil, harga pun jatuh.

"As simple as that," sambung Andy.

Berbeda kondisinya saat trade center tengah jaya-jayanya pada rentang waktu 1990-an hingga awal 2005.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X