Ini Penyebab Turunnya Kejayaan ITC (I)

Kompas.com - 03/07/2019, 21:08 WIB
Penjual baju di ITC Kuningan Jakarta yang sepi pengunjung, Selasa (2/7/2019). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAPenjual baju di ITC Kuningan Jakarta yang sepi pengunjung, Selasa (2/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah peritel besar mengumumkan penutupan operasionalnya di beberapa lokasi.

Sebut saja PT Matahari Putra Prima Tbk yang menutup gerai ritel modern Matahari Department Store. Gerai yang ditutup berada di pusat perbelanjaan Taman Anggrek, Jakarta Barat, dan Lombok City Center, Nusa Tenggara Barat.

Kemudian PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) juga menghentikan secara total operasional toko ritel Debenhams di Indonesia menyusul penutupan perusahaan ritel asal Amerika Serikat (AS), GAP di Pondok Indah Mall. 

Berikutnya PT Hero Supermarket Tbk yang baru-baru ini mengumumkan akan menutup enam gerai merek Giant.

Keenam gerai tersebut yakni Giant Express Pondok Timur, Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Extra Jatimakmur, Giant Extra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.

Baca juga: Bisnis Ritel Menurun, Pasaraya Berubah Menjadi “New Creative Hub”

Selanjutnya PT Central Retail Indonesia mengonfirmasi menutup satu gerai Central Departement Store di NeoSoho pada awal tahun ini.

Sebagian besar, peritel-peritel raksasa tersebut menempati area di pusat perbelanjaan sewa atau biasa disebut lease mall

Barang dagangan di Giant Mampang Prapatan, Jakarta Selatan mulai habis, Senin (24/6/2019).KOMPAS.com/ CYNTHIA LOVA Barang dagangan di Giant Mampang Prapatan, Jakarta Selatan mulai habis, Senin (24/6/2019).
Mereka merupakan anchor tenant atau penyewa utama dari mal-mal terkait. Tak mengherankan, ketika peritel besar ini gulung tikar, tingkat hunian mal bersangkutan langsung anjlok.

Namun, fenomena ini tak hanya terjadi pada peritel raksasa di pusat belanja sewa, melainkan juga peritel skala kecil yang mengisi pusat perdagangan strata title atau beken disebut  trade center.

Fenomena yang kami rekam adalah peritel-peritel di ITC Mangga Dua, sebagai salah satu pusat perdagangan pakaian di Jakarta, kini sepi pembeli

Jika satu dekade lalu, pengunjung sangat sulit berjalan santai karena koridor dipenuhi barangan dagangan, kini bisa menjadi "arena adu lari".

Padahal pada masa jayanya, ITC Mangga Dua merupakan trade center tersibuk di Indonesia, menyaingi Pusat Grosir Tanah Abang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X