Ini Penyebab Turunnya Kejayaan ITC (I)

Kompas.com - 03/07/2019, 21:08 WIB
Penjual baju di ITC Kuningan Jakarta yang sepi pengunjung, Selasa (2/7/2019). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAPenjual baju di ITC Kuningan Jakarta yang sepi pengunjung, Selasa (2/7/2019).

Jika satu dekade lalu, pengunjung sangat sulit berjalan santai karena koridor dipenuhi barangan dagangan, kini bisa menjadi "arena adu lari".

Padahal pada masa jayanya, ITC Mangga Dua merupakan  trade center tersibuk di Indonesia, menyaingi Pusat Grosir Tanah Abang.

Selain ITC Mangga Dua, trade center dengan merek dagang sama besutan Sinarmas Land adalah ITC Kuningan, Grand ITC Permata Hijau, ITC Fatmawati, ITC Cempaka Mas, ITC Roxy Mas, ITC Depok, ITC BSD, dan ITC Surabaya.

Baca juga: Ini Penyebab Runtuhnya Kejayaan ITC (II)

Bahkan banyak kios di ITC Kuningan yang disewakan kembali atau dijual melalui platform e-commerce, karena saking sepinya pengunjung dan pembeli.

Demikian halnya dengan pusat belanja di sebelahnya yakni Mal Ambasador yang kondisinya setali tiga uang.

Ada apa dengan ITC?

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alexander Stefanus Ridwan, pusat belanja atau pusat perdagangan yang berkonsep trade center, merupakan bangunan strata title.

Ini artinya, setiap kios bisa dimiliki oleh perorangan, atau pun kelompok. Nah, dalam kasus ITC Mangga Dua, terdapat ribuan pemilik karena jumlah kiosnya pun sebanyak 3.500 unit.

Hal ini kemudian yang menyebabkan pengelola dan atau pengembang kesusahan untuk menyatukan pendapat seluruh pemilik kios.

"Jadi enggak bisa diatur seperti mal sewa. Kalau mal sewa kan, saya mau ubah seperti ini misalnya penyewa mau enggak mau harus mengikuti. Kalau trade center, semau pemilik kios," tutur Stefanus kepada Kompas.com, Rabu (3/7/2019).

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X