Ini Penyebab Turunnya Kejayaan ITC (II)

Kompas.com - 04/07/2019, 14:48 WIB
Gedung ITC Mangga Dua. istimewaGedung ITC Mangga Dua.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 1990-an hingga awal 2005 merupakan rentang waktu kejayaan pusat belanja berkonsep trade center. 

Pembangunan trade center secara masif terjadi hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia.

Tak hanya greater Jadebotabek, melainkan juga mewabah hingga ke Semarang, Surabaya, Medan, dan bahkan Makassar.

Ribuan unit kios yang dipasarkan di satu gedung, terserap pasar dalam waktu singkat, menjadi kisah lazim pada waktu itu. 

Sejatinya, pusat belanja, atau tepatnya pusat perdagangan berkonsep trade center  ini dibidani kelahirannya oleh PT Duta Pertiwi Tbk yang saat ini merupakan tentakel usaha dari raksasa bisnis properti Sinarmas Land.

ITC Mangga Dua merupakan embrio dari cerita sukses ITC-ITC besutan Sinarmas Land selanjutnya. Tak tanggung-tanggung, ITC-ITC ini mencakup ribuan unit kios. 

Baca juga: Ini Penyebab Runtuhnya Kejayaan ITC (I)

ITC Mangga Dua saja berisi tak kurang dari 3.500 unit kios. Dan, nyaris seluruh kios buka dengan jenis barang dagangan yang dipajang memenuhi badan koridor.

Di sini kita dengan mudah mendapati pakaian jadi, garmet atau tekstil dan barang lainnya dengan harga "miring".

CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono menuturkan, ciri khas dari pusat belanja berkonsep trade center adalah homogen.

"Rata-rata peritel di ITC lebih homogen yang sudah pasti dicari oleh pengunjung, dan pembeli. Seperti pakaian, tekstil, garmen atau barang elektronik murah," kata Hendra kepada Kompas.com, Rabu (3/7/2019).

Para peritel ini, lanjut Hendra, mengharapkan fast moving sales dengan volume tinggi, karena barang yang dijual pun bersifat fast moving low cost fashion.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X