Kompas.com - 05/07/2019, 15:00 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Membangun pusat belanja dengan konsep trade center, dan lease (sewa) tentu saja berbeda. Terutama dalam hal status kepemilikan, pengelolaan, dan potensi keuntungan.

Terlebih dalam kondisi seperti saat ini, zaman teknologi digital, ekonomi disrupsi, dan kekuatan media sosial, yang mengubah seluruh pranata dan konstruksi bisnis ritel.

Direktur Independen PT Ciputra Development Tbk Tulus Santoso mengatakan, untuk saat ini membangun lease mall merupakan pilihan tepat ketimbang trade center.

Namun begitu, untuk membangun lease mall diperlukan tanah dengan lokasi sangat strategis supaya bisa "bernafas panjang", dan berkelanjutan.

"Tapi kalau lahannya tidak strategis, mungkin trade center menjadi opsi selanjutnya," kata Tulus menjawab Kompas.com, Jumat (5/7/2019).

Baca juga: Ini Penyebab Turunnya Kejayaan ITC (I)

Dia mengingatkan, trade center  juga berpotensi sulit dikelola karena tidak sepenuhnya dapat dikontrol atau dikendalikan pengembang setelah kios-kiosnya terjual.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena itu, dari dulu kami tidak masuk bisnis trade center," cetus dia.

Hal senada dikatakan Chairman Gapuraprima Group Rudy Margono. Menurut dia, zaman sudah berubah, semua serba digital.

"Kami yang ada saja dikonversi menjadi sewa," ungkap Rudy.

Gapuraprima Group diketahui mengembangkan dua trade center, masing-masing Bandung Trade Center dan Bekasi Trade Center.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X