Kontribusi Swasta dan Masyarakat 40 Persen dalam Program Sejuta Rumah

Kompas.com - 29/04/2019, 23:00 WIB
Rumah khusus di Desa Ganti, Donggala, Sulawesi Tengah. Gambar diambil Selasa (15/8/2017).Arimbi Ramadhiani Rumah khusus di Desa Ganti, Donggala, Sulawesi Tengah. Gambar diambil Selasa (15/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan, selama empat tahun berjalannya Program Sejuta Rumah, lebih dari 3,5 juta unit telah dibangun.

Namun, tidak semua rumah yang dibangun itu merupakan hasil dari usaha pemerintah, tetapi juga melibatkan pihak pengembang properti swasta dan masyarakat. 

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menuturkan, porsi pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 30 persen, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 30 persen, serta keterlibatan pengembang dan masyarakat 40 persen.

“Pengembang swasta dan masyarakat cukup dominan,” kata Khalawi kepada Kompas.com, Senin (29/4/2019).

Sebelumnya Khalawi mengungkapkan, sejak Program Sejuta Rumah dicanangkan tahun 2015 hingga 2018, rumah yang terbangun sebanyak 3.542.318 unit.

Baca juga: 4,5 Tahun Jokowi Berkuasa, 3,54 Juta Rumah Terbangun

Sementara tahun ini, Pemerintah menargetkan pembangunan 1,25 juta unit. Hingga April 2019, rumah terbangun sekitar 280.000 unit.

Untuk meraih target itu, lanjut Khalawi, berbagai upaya dilakukan Pertama, mendorong realisasi pembangunan perumahan bersubsidi.

Kemudian, mendorong efektivitas penerapan kemudahan perizinan pembangunan perumahan di daerah.

“Selanjutnya yaitu mempercepat proses penyaluran FLPP dan skema subsidi lainnya serta mendorong pembangunan perumahan berbasis komunitas dan keswadayaan masyarakat,” imbuhnya.

Upaya berikutnya adalah mendorong dunia usaha untuk berinvestasi dalam properti perumahan, antara lain melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), khususnya di kawasan transit oriented development (TOD), mengefektifkan kebijakan loan to value (LTV), dan menyesuaikan harga rumah.

Secara umum, Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015 di Kabupaten Ungaran, Provinsi Jawa Tengah, bertambah setiap tahun.

Menurut data Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, tercatat pembangunan rumah sebanyak 699.770 unit pada 2015, kemudian 805.169 unit rumah pada 2016.

Berikutnya, pada 2017 terdapat 904.758 unit rumah yang berhasil dibangun, dan dilanjutkan pencapaian 1.132.621 unit rumah pada 2018.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X