Tujuh Jembatan di Kawasan Paling Selatan Indonesia Telah Tersambung

Kompas.com - 24/02/2019, 21:00 WIB
Akses menuju rumah MBR di NTT.KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Akses menuju rumah MBR di NTT.

BAA, KOMPAS.com - Sebanyak tujuh jembatan di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur ( NTT), telah selesai dibangun oleh pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang.

Dengan selesainya pembangunan jembatan itu, jalan long segment sepanjang 56,71 kilometer di wilayah paling selatan Indonesia itu telah tersambung sempurna.

PPK 3.4 Pulau Rote-Pulau Sabu Desber YA Benu mengatakan, tujuh jembatan dibangun sepanjang jalan nasional di Rote Ndao, mulai dari Baa yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Rote Ndao, hingga Papela, Kecamatan Rote Timur.

Tujuh jembatan tersebut, mencakup Jembatan Namodale Cs yang terletak di Kota Ba'a. Jembatan itu dirancang sepanjang 6 meter, dengan pagu anggaran senilai Rp 2,8 miliar.

Baca juga: Pemerintah Evaluasi Jalan Nasional Setiap 5 Tahun Sekali

Proyek ini satu paket dengan Jembatan Lanioen 3 yang terletak di Desa Godimeda, Kecamatan Rote Tengah, dengan panjang 7, 8 meter.

Selanjutnya Jembatan Baudale di Desa Maubesi, Kecamatan Rote Tengah, sepanjang 35 meter, dengan pagu anggaran sebesar Rp 8,8 miliar.

Jembatan Umakapa, berada di Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru. Jembatan dengan panjang 15 meter itu, dibangun dengan anggaran Rp 6,4 miliar.

Selanjutnya Jembatan Pantai Baru, berada di Desa Ofalangga, Kecamatan Pantai Baru. Jembatan itu memiliki panjang 15 meter, menelan dana Rp 3,8 miliar.

Berikutnya Jembatan Su'a terletak di Desa Odeledo, Kecamatan Pantai Baru. Jembatan itu memiliki panjang 20 meter, dengan anggarannya sebesar Rp 5,9 miliar.

Jembatan Oemukudale di Desa Oenitas, Kecamatan Rote Tengah. Jembatan itu memiliki panjang 35 meter, dana investasi Rp 8,8 miliar.

Yang terakhir Jembatan Oelelenan di Desa Serubeba, Kecamatan Rote Timur. Jembatan sepanjang 15 meter itu, dibangun dengan dana mencapai Rp 5,8 miliar.

Menurut Desber, dibangunnya jembatan ini, sangat membantu masyarakat pengguna jalan dan jembatan di Pulau Rote dan memperlancar, mempercepat arus transportasi darat dari Kota Ba'a dan ke sejumlah desa terdekat.

"Dengan selesainya jembatan ini, tentu akan mempercepat waktu tempuh dari pelabuhan Papela ke Pelabuhan Pantai Baru dan juga ke Pelabuhan Ba'a dan sebaliknya," ujar Desber.

Keberadaan jembatan itu diyakini akan memperlancar mobilisasi sembako, bahan bangunan dan semua kebutuhan masyarakat Pulau Rote, yang didatangkan dari Kupang, Surabaya, Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya

"Jalan dan jembatan ini sangat membantu terhindar dari banjir saat musim hujan," sebut Desber kepada Kompas.com,  Sabtu (23/2/2019)

Meski jembatan tersebut telah selesai dibangun, namun ke depan pihaknya juga masih membutuhkan penggantian jembatan, dan box culvert di beberapa titik.

Selain itu, lebar dan posisi beberapa jembatan yang ada, masih di bawah standard APBN. Padahal, kata Desber, akan berbahaya bagi pengguna jalan dan jembatan.




Close Ads X