Kantor Graha Putra Mandiri, Orisinalitas Rumah Panggung

Kompas.com - 25/09/2018, 18:12 WIB
Lantai dasar bangunan kantor Graha Putra Mandiri Dok. Ramadhoni Dwi PLantai dasar bangunan kantor Graha Putra Mandiri

Selain itu, bangunan ini hanya terdiri dari bata dan kayu yang menjadi pengikat struktur. Sehingga untuk memperkuat bangunan, Dhoni menambahkan besi sebagai penopang.

Sementara untuk mempertahankan bentuk asli rumah, Dhoni hanya mengganti beberapa bagian seperti atap untuk menyesuaikan fungsinya.

"Dulu atapnya seng, jadi terlalu panas, lalu kami ganti dengan kayu biar terlihat lebih natural." kata Dhoni.

Adapun untuk dinding dan kayu rumah masih menggunakan bahan asli. Kayu yang digunakan bahkan harus diplester terlebih dahulu agar warna aslinya terlihat.

Proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sebab warna cat rumah sudah berganti beberapa kali. Bahkan plafon yang berada di lantai dua juga masih dipertahakan keasliannya.

Sementara lantai dasar rumah memiliki tantangan yang berbeda. Ruangan di lantai satu ini memiliki jarak yang sangat rendah dengan langit-langit ruangan. Bahkan fondasi dalamnya hanya setinggi 40 sentimeter.

Untuk itu Dhoni melakukan penggalian untuk memnambah jarak antara lantai dan langit-langit.

"Digali lagi karena ruang lantai satu terlalu pendek, terlalu rendah. Dibuat lebih tinggi supaya kalau kerja nggak kelihatan rendah banget," tutur dia.

Setelah penggalian dilakukan, lantai tersebut kemudian dicor dengan semen agar air tanah tidak naik ke bangunan. Tak lupa, beberapa bagian juga dilengkapi dengan besi, agar semua struktur terikat kembali.

Dhoni melakukan penggalian untuk menambah jarak antara lantai dan langit-langit. Dok. Ramadhoni Dwi P Dhoni melakukan penggalian untuk menambah jarak antara lantai dan langit-langit.
Dhoni juga menambahkan tangga dan kanopi yang menggunakan material besi. Meski terkesan kontras dengan bangunan induk yang terlihat tradisional, penambahan elemen ini ternyata memiliki maksud lain.

Penambahan tangga dan kanopi dengan material modern bertujuan untuk membedakan bangunan asli dan tambahan. Sehingga mereka yang berkunjung nantinya dapat membedakan bangunan asli dan material tambahannya.

"Kalau ada penambahan harus ada sesuatu yang baru supaya mereka tahu mana bangunan lama dan mana yang baru," tutur dia.

Selain merenovasi rumah, tim arsitek juga menambahkan beberapa bangunan tambahan yang terpisah, seperti dapur, ruang makan, dan toilet.

Keseluruhan proses ini memakan waktu hampir satu setengah tahun.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X