Wajib Baca: 7 Pencakar Langit Bernasib Malang dan Tol Kunciran-Serpong - Kompas.com

Wajib Baca: 7 Pencakar Langit Bernasib Malang dan Tol Kunciran-Serpong

Kompas.com - 15/09/2018, 15:59 WIB
(Ryugyog Hotel) Tidak semua bangunan pencakar langit di dunia memiliki nasib mujur, tak sedikit yang bernasib malang dan ditinggalkan.Ho New/Reuters (Ryugyog Hotel) Tidak semua bangunan pencakar langit di dunia memiliki nasib mujur, tak sedikit yang bernasib malang dan ditinggalkan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan tujuh pencakar langit yang bernasib malang menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca di kanal Properti Kompas.com hingga Sabtu (15/9/2018).

Ada pula artikel tentang pembangunan Jalan Tol JORR II Kunciran-Serpong serta rel kereta layang Medan-Kualanamu yang juga menarik perhatian pembaca.

Berikut ini daftar berita menarik selengkapnya:

1. Tujuh pencakar langit bernasib malang 

Sejak dulu gedung-gedung tinggi menjadi bukti pencapaian manusia. Tengok saja, berbagai proyek pencakar langit di berbagai benua yang menjadi bukti canggihnya peradaban.

Bahkan beberapa di antaranya menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat setempat. Namun, tidak semua pencakar langit di dunia memiliki nasib mujur, tak sedikit yang bernasib malang.

Lokasinya tersebar di seluruh dunia. Gedung apa sajakah itu?

Berita selengkapnya: 7 Pencakar Langit Bernasib Malang

2. Biaya pembangunan Tol Kunciran-Serpong capai Rp 2 triliun 

Tol JORR II Kunciran-Serpong Paket II Parigi-Serpong Jumat (14/09/2018).Erwin Hutapea/Kompas.com Tol JORR II Kunciran-Serpong Paket II Parigi-Serpong Jumat (14/09/2018).

Pembangunan Jalan Tol JORR II Kunciran-Serpong  dipastikan menelan dana sekitar Rp 2 triliun.  

Rinciannya, nilai kontrak Paket I Rp 1,4 triliun, sedangkan Paket II senilai Rp 600,3 miliar.

Sumber pendanaannya diusahakan sendiri oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN) sebagai pemegang konsesi.

Presiden Direktur PT MTN Truly Nawangsasi mengatakan, Paket I dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk serta Paket II oleh PT Adhi Karya dan Acset (Kerja Sama Operasi/KSO).

Berita selengkapnya: Biaya Tol Kunciran-Serpong Tembus Rp 2 Triliun

3. Rel kereta layang Medan-Kualanamu beroperasi tahun ini 

Rel kereta api layang jalur Medan-Bandara Kualanamu nyaris rampung dan akan beroperasi akhir 2018 mendatang, Jumat (14/9/2018)KOMPAS.com / Mei Leandha Rel kereta api layang jalur Medan-Bandara Kualanamu nyaris rampung dan akan beroperasi akhir 2018 mendatang, Jumat (14/9/2018)

Pembangunan jalur kereta api layang jalur Medan-Bandara Kualanamu nyaris rampung dan akan beroperasi pada akhir 2018.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara Fakhrul Rivai Hasibuan mengatakan, saat ini perkembangan konstruksinya sudah mencapai 91 persen.

"Sekarang sedang pemasangan bantalan rel, box girder, dan pci girder. Bantalan dan batu balas sudah tahap penyelesaian. Kami juga sedang merampungkan pengerjaan stasiun rel layang," kata Fakhrul kepada Kompas.com, Jumat (14/9/2018).

Berita selengkapnyaRel Kereta Layang Medan-Kualanamu Beroperasi Akhir 2018

4. Banderol rusunami di Karawang Rp 170 jutaan

Ilustrasi rumah susunKOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado Ilustrasi rumah susun

Selain Urban Town Serpong, satu proyek lainnya adalah Urban Town Karawang. Proyek rusunami ini dibangun atas lahan 2,8 hektar.

“Urban Town Karawang luasnya 2,8 hektar, lebih besar dari yang di Serpong. Ada delapan tower yang dibangun, terdiri dari sembilan lantai,” ucap GM Sales and Marketing Realty PT PP Urban Roosita Cindrakasih ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (13/9/2018).

Roosita menjelaskan, ada dua jenis hunian yang ditawarkan, yakni rusunami yang terdiri dari 1.288 unit dan apartemen hak milik (anami) yang dibangun sebanyak 2.350 unit.

Berita selengkapnyaRusunami di Karawang Dibanderol Rp 170 Jutaan

5. Jika tertarik menyewa Wisma Atlet, ini syaratnya...

Wisma Atlet Kemayoran akan disewakan setelah kegiatan Asian Para Games 2018 berakhir. Adapun yang berhak menyewa wisma ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

Wisma Atlet Kemayoran.KOMPAS.com/Reska K. Nistanto Wisma Atlet Kemayoran.

Lantas, apa saja persyaratan untuk menyewa wisma bak apartemen ini?

"Syarat pertama, mereka dipastikan adalah MBR. Jadi MBR kan sudah ditetapkan kita menggunakan UMP (upah minimum provinsi)," kata Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Yusuf Hari Agung di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Menurut Yusuf, masyarakat yang tergolong MBR bisa dari kalangan mana saja, termasuk aparatur sipil negara (ASN) hingga TNI/Polri.

Berita selengkapnya: Tertarik Menyewa Wisma Atlet? Cek Dulu Syaratnya...

 


Komentar
Close Ads X