Sebelum Beli Properti Syariah, Cek Dulu Hal Berikut...

Kompas.com - 19/08/2018, 18:55 WIB
Ilustrasi rumah Kementerian PUPRIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai kemudahan yang ditawarkan pengembang properti syariah, membuat calon pembeli tertarik.

Sebut saja, BI checking yang kerap menjadi momok, tidak diberlakukan. Ini tentu memudahkan terutama bagi mereka yang bekerja di sektor informal.

Hal lain yang tak kalah menarik yaitu tidak adanya riba karena seluruh transaksi tidak melibatkan perbankan, melainkan langsung antara pembeli dan pengembang.

Baca juga: Properti Berlabel Syariah di Indonesia Makin Menggeliat

Selain itu, bila ada pembeli yang menunggak pembayaran cicilan, tidak perlu khawatir akan kena bunga, denda, atau ditarik.

Semua persoalan itu dapat diselesaikan dengan musyawarah, sepanjang pembeli dapat memberikan alasan logis sebelum mengajukan permohonan penundaan bayar.

Kunci keberhasilan dalam bisnis properti ini yaitu rasa kepercayaan yang dibangun antara pengembang dan pembeli.

Baca juga: Marak, Properti Konvensional Jadi Syariah

Namun, bagaimana memastikan bahwa properti syariah yang dibeli akan dibangun?

1. Verifikasi

Bila berbicara kegagalan, tak hanya pengembang properti syariah saja yang mengalami hal ini. Pengembang properti konvensional pun tak jarang berbuat nakal.

Untuk meminimalisasi hal tersebut, calon pembeli harus aktif melakukan proses verifikasi terhadap pengembang tersebut.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X