Menengok Karya Arsitektur Karsten

Kompas.com - 18/08/2018, 21:27 WIB
Bagian dalam bangunan utama Stasiun Balapan di Solo merupakan perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa. Bangunan ini merupakan karya arsitek Belanda, Thomas Karsten. *** Local Caption *** Editorial Use Only
IWAN SETIYAWAN (SET)Bagian dalam bangunan utama Stasiun Balapan di Solo merupakan perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa. Bangunan ini merupakan karya arsitek Belanda, Thomas Karsten. *** Local Caption *** Editorial Use Only

KOMPAS.com - Jika Schoemaker banyak merancang bangunan kolonial di Bandung, maka Karsten terkenal sebagai perancang gedung-gedung di Semarang.

Herman Thomas Karsten (1884-1945) adalah arsitek besar di awal abad ke-20. Dari hasil karyanya lah ia sering disebut “Perancang Modernisme Semarang”. Bahkan kota Lumpia ini juga juga kerap disebut sebagai kotanya Karsten sejak zaman kolonial.

Arsitektur rancangan Karsten memiliki ciri khas, yakni mengandung nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam merancang setiap bangunan, Karsten juga selalu mempertimbangkan iklim tropis di Nusantara.

Tak hanya merancang bangunan, Karsten juga terlibat dalam perencanaan beberapa proyek pembangunan di berbagai kota, seperti Batavia, Pasar Johang Semarang, hingga Stasiun Solo Balapan.

Beberapa rancangan Karsten antara lain:

Pasar Johar

Kondisi dalam Pasar Johar Semarang (2002) terlihat sumpek. Para pedagang menyimpan dagangannya hingga di atas kiosnya. Gaya bangunan Belanda dengan tiang penyangga tinggi tersebut tampaknya telah direncanakan untuk menyiasati berkembangnya pasar. Selain memberi ruang ke atas, juga banyak fentilasi untuk mengatasi panasnya ruangan.Nugroho, Chandra Adhie Kondisi dalam Pasar Johar Semarang (2002) terlihat sumpek. Para pedagang menyimpan dagangannya hingga di atas kiosnya. Gaya bangunan Belanda dengan tiang penyangga tinggi tersebut tampaknya telah direncanakan untuk menyiasati berkembangnya pasar. Selain memberi ruang ke atas, juga banyak fentilasi untuk mengatasi panasnya ruangan.
Desain Pasar Johar dinilai sempurna karena struktur bangunannya yang masih baik hingga saat ini. Sebelum membangun pasar Johar, Karsten membangun Pasar Gedhe di Solo dan Pasar Rndusari.

Bangunan pasar ini dinilai luar biasa karena Karsten mampu memadukan penyinaran matahari, perilaku pengguna pasar, interaksi masyarakat dan kehidupan hewan.

Pasar Johar dirancang sebagai bangunan dua tingkat dengan struktur cendawan, khas bangunan Eropa. Lantai atas khusus untuk area daging dan ikan agar bebas dari serbuan lalat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X