Lika-liku Hoaks Jembatan Kenteng hingga Rekor Baru Mudik

Kompas.com - 13/06/2018, 10:50 WIB
Foto udara simpang susun Waru di Tol Surabaya-Gempol di Jawa Timur, Selasa (5/6/2018). Tol Surabaya-Gempol sudah beroperasi dan dapat dilintasi para pemudik. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGFoto udara simpang susun Waru di Tol Surabaya-Gempol di Jawa Timur, Selasa (5/6/2018). Tol Surabaya-Gempol sudah beroperasi dan dapat dilintasi para pemudik.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksanaan mudik Lebaran kali ini menawarkan cerita menarik. Mulai dari waktu tempuh yang lebih cepat hingga soal jalur sementara di bawah Jembatan Kali Kenteng yang terdapat di Tol Salatiga-Kartasura.

Kementerian Perhubungan mengklaim pelaksanaan mudik Lebaran 2018 lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu diketahui dari hasil pantauan sejak H-8 hingga H-3, kemarin.

"Tahun ini tingkat kepadatannya rata-rata lebih cair ketimbang tahun laun. Kelancarannya juga lebih baik dari tahun lalu. Tahun lalu, kan, sempat ada kepadata berapa kilo, nah sekarang kita tidak dengar, tidak lihat," kata Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran 2018, Junaedi, di Kantor Kemenhub, Selasa (12/6/2018).

Junaedi tak menampik bila di sejumlah ruas tol, baik operasional maupun fungsional, terjadi penumpukan kendaraan.

Namun, kondisi tersebut cepat terurai karena adanya koordinasi antar-instansi serta pemberlakuan diskresi dari kepolisian.

Foto udara Kendaraan pemudik melintas di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6/2018). Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, volume penumpang nasional seluruh moda angkutan Lebaran 2018 dari 7 Juni-12 Juni 2018 mencapai 5.118.024 orang dan puncak arus mudik masih berlangsung pada Selasa (12/6) atau H-3 Lebaran dan Rabu (13/6) atau H-2 Lebaran.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara Kendaraan pemudik melintas di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6/2018). Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, volume penumpang nasional seluruh moda angkutan Lebaran 2018 dari 7 Juni-12 Juni 2018 mencapai 5.118.024 orang dan puncak arus mudik masih berlangsung pada Selasa (12/6) atau H-3 Lebaran dan Rabu (13/6) atau H-2 Lebaran.
Seperti dalam laporan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yang menyebut sempat terjadi kepadatan arus kendaraan karena adanya bottleneck (penyempitan) di Km 37+800 dan tempat istirahat di Km 39 Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek.

Untuk mengurangi kepadatan, pukul 11.11 diberlakukan contraflow mulai dari Km 35+600 sampai dengan Km 47 guna menghindari antrean kendaraan terutama di rest area Km 39.

Namun, pada pukul 12.30 WIB, contraflow di sepanjang ruas tersebut telah dihentikan.

"Rekayasa lalu lintas (lalin) berupa contraflow selama lebih dari 1 jam berhasil memecah kepadatan jelang bottleneck Km 37+800 serta rest area km 39 arah Cikampek," kata Senior Specialist Corporate Communications Jasa Marga Irra Susiyanti.

Foto udara proses pembangunan konstruksi Jembatan Kalikuto di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6/2018). Jembatan Kali Kuto ditargetkan untuk digunakan pada H-2 lebaran dan merupakan jembatan pelengkung pertama di Indonesia, bahkan di dunia, yang perakitannya dilakukan di lokasi.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara proses pembangunan konstruksi Jembatan Kalikuto di ruas tol fungsional Batang-Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6/2018). Jembatan Kali Kuto ditargetkan untuk digunakan pada H-2 lebaran dan merupakan jembatan pelengkung pertama di Indonesia, bahkan di dunia, yang perakitannya dilakukan di lokasi.

Hoaks Jembatan Kali Kenteng

Sejak awal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menginformasikan ada dua titik kritis kemacetan di jalur mudik Trans-Jawa, yaitu lokasi pembangunan Jembatan Kalikuto di Tol Batang-Semarang dan Jembatan Kali Kenteng di Tol Salatiga-Kartasura.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X