Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Probowangi, Calon Tol Terpanjang di Indonesia

Kompas.com, 8 Juni 2018, 12:02 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

SURABAYA, KOMPAS.com - Tol Probolinggo-Banyuwangi atau biasa disebut sebagai Probowangi, akan menjadi tol terpanjang di Indonesia jika kelak sempurna terbangun.

Jalan bebas hambatan ini dirancang sepanjang 172,90 kilometer. Lebih panjang 56,15 kilometer dari Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) milik PT Lintas Marga Sedaya yang membentang 116,75 kilometer.

Tidak saja terpanjang, dari sisi investasi pun, tol ini mencatat rekor baru yakni senilai Rp 23,391 triliun.

Baca juga: Serunya Menjajal Jalur Mudik Tol Trans Jawa

Tol Probowangi merupakan titik akhir dari jaringan Tol Trans Jawa yang menghubungkan tiga kabupaten yakni Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi.

Posisinya yang berada di ujung timur Pulau Jawa menjadi sangat strategis sebagai gerbang distribusi logistik, barang, jasa, dan manusia dari timur ke barat.

Foto udara bakal lokasi proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (6/6/2018). Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi direncanakan terbagi menjadi tiga seksi yaitu meliputi Seksi I Probolinggo-Besuki (46,1 km), Seksi II Besuki-Curahkalak (59,5 km), dan Seksi III Curahkalak-Ketapang (66,4 km) dan ditargetkan selesai akhir tahun 2019.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara bakal lokasi proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (6/6/2018). Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi direncanakan terbagi menjadi tiga seksi yaitu meliputi Seksi I Probolinggo-Besuki (46,1 km), Seksi II Besuki-Curahkalak (59,5 km), dan Seksi III Curahkalak-Ketapang (66,4 km) dan ditargetkan selesai akhir tahun 2019.
Mafhum jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan Tol Probowangi dapat rampung konstruksinya dan beroperasi pada 2019 mendatang.

“Akhir 2019 dari Merak-Banyuwangi harus sudah operasional. Saya minta Menteri BUMN dan Menteri PUPR mewujudkannya,” kata Jokowi usai meresmikan Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani di Semarang, Kamis (7/6/2018).

Dengan demikian, Merak-Banyuwangi dapat tersambung oleh Tol Trans Jawa sehingga aktivitas perjalanan lebih efektif dan efisien. Tidak saja menghemat waktu, tenaga, juga ongkos perjalanan.

Terhadap target yang ditetapkan Jokowi, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) menyatakan kesiapannya. 

"Kami siap mengerjakan jalan tol ini. Sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan, yakni 24 bulan sejak Surat Perintah Mulai Kerja atau 7 hari setelah serah terima lahan," ujar Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo-Banyuwangi Dominicus Hari Pratama kepada Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com, Jumat (8/6/2018).

Direktur utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi, Dominicus Hari Pratama berpose usai wawancara dengan tim Merapah Trans Jawa Kompas.com di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/6/2018). Tol Probolinggo-Banyuwangi akan dibangun dengan terbagi menjadi tiga seksi yaitu Seksi I Probolinggo-Besuki (46,5 km), Seksi II Besuki-Asembagus (59,6 km), dan Asembagus-Ketapang (66,8 km) dengan total dana pembangunan 23,3 Triliun.MAULANA MAHARDHIKA Direktur utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi, Dominicus Hari Pratama berpose usai wawancara dengan tim Merapah Trans Jawa Kompas.com di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/6/2018). Tol Probolinggo-Banyuwangi akan dibangun dengan terbagi menjadi tiga seksi yaitu Seksi I Probolinggo-Besuki (46,5 km), Seksi II Besuki-Asembagus (59,6 km), dan Asembagus-Ketapang (66,8 km) dengan total dana pembangunan 23,3 Triliun.
Hari menuturkan, JPB selaku pemegang konsesi Tol Probowangi telah merekrut para profesional dari kalangan senior dan generasi muda PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai perusahaan induk. 

Komposisi antara profesional muda dan senior sekitar 80 persen berbanding 20 persen. Hal ini dilakukan supaya percepatan pembangunan infrastruktur dapat terlaksana dengan baik.

"Namun begitu, kami tidak mengabaikan kualitas. Dari para senior kami mendapatkan pengalaman, dari generasi muda kami mendapat energi baru, kreativitas, dan inovasi," tambah Hari.

Hingga 25 Mei 2018, Hari mengakui belum sebidang tanah pun yang dibebaskan. "Kami belum melakukan pembebasan lahan atau konstruksi," kata Hari.

Dengan begitu, status pembebasan lahan dan konstruksi masih sama-sama 0 persen. Meski demikian, penetapan lokasi oleh Pemprov Jawa Timur sedang dalam proses.

Halaman:
Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau